SLEMAN – Kabid Pembinaan SMP, Dinas Pendidikan (Disdik) Sleman, Ery Widaryana mengatakan, persiapan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat SMP/sederajat telah 100 persen. Ujian digelar serentak Senin (22/4) sampai Kamis (25/4).

Dikatakan, koordinasi dengan seluruh SMP telah dilakukan. Seminggu sebelum UNBK, Ery memastikan semua alat pendukung UNBK steril. Sampai Jumat (19/4), sekolah telah melakukan sinkronisasi.

Sebanyak 15.001 siswa akan mengikuti UNBK dari SMP atau Madrasah Tsanawiyah (MTs) baik negeri maupun swasta. Untuk sekolah negeri, akan mendapatkan maksimal dua sesi ujian. Yakni pagi dan siang hari. Sedangkan untuk sekolah swasta, ada beberapa sekolah yang tercatat akan melakukan tiga sesi ujian.

“Untuk sekolah yang peralatannya belum memenuhi standar, ujian dilakukan di sekolah lain. Ada lima sekolah swasta (dua SMP dan tiga MTs) menumpang di sekolah lain,” kata Ery, Jumat (19/4).

Pihaknya telah melakukan langkah antisipasi. Di antaranya mengirimkan surat ke Perusahaan Listrik Negara (PLN) setempat. Agar tidak melakukan pemadaman saat ujian berlangsung. Selain itu, antisipasi juga dilakukan kepada setiap sekolah untuk menyiapkan genset jika sewaktu-waktu listrik padam.

Kepala MTs Miftahunnajah, Muhamad Mujari mengakui persiapan UNBK di sekolahnya hampir selesai. Checking perangkat hardware dan software telah selesai dilakukan.

Jaringan internet dan perangkat local area network (LAN) mendapat perhatian khusus. Agar ujian berlangsung lancar.

Mujari menjelaskan, ujian yang akan diikuti oleh 50 siswa tersebut akan dibagi dua sesi. Masing-masing 25 peserta di setiap sesi.

“Komputer yang disediakan ada 25 unit. Ditambah tiga dan dua unit untuk server,” jelas Mujari. (cr7/iwa/er)