PURWOREJO – Keberadaan Yogyakarta International Airport (YIA) tak hanya memberi manfaat bagi Jogjakarta. Bandara tersebut juga diyakini memberikan banyak peluang bagi Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Kabupaten berslogan Berirama ini siap mengembangkan potensi ekonominya. Tidak hanya diam, sudah ada banyak langkah untuk ditempuh untuk menyambut YIA.

Bupati Purworejo Agus Bastian mengungkapkan, pihaknya tidak akan menyia-nyiakan program nasional itu. Apalagi, letak bandara lebih dekat Purworejo daripada Kota Jogja.

Purworejo akan menjadi gerbang utama Jawa Tengah bagian selatan dari bandara. Mau tidak mau, Pemkab Purworejo harus bersolek sehingga wisatawan atau investor berniat mengarahkan perhatian ke Purworejo ataupun kabupaten dan kota terdekat di wilayah selatan Jawa Tengah.

“Purworejo akan menjadi perlintasan utama bagi warga yang akan ke YIA. Seperti Magelang, Temanggung, Kebumen, Banyumas, Cilacap, Bajarnegara, Wonosobo, maupun Purbalingga,” ungkap Agus, Kamis (18/4).

Satu tahap penting yang telah ditetapkan adalah menyusun rencana pembangunan border city atau kota perbatasan di Purworejo sisi selatan. Proyek ini akan menggarap kawasan selatan Purworejo mulai Kecamatan Bagelen, Purwodadi, sampai Grabag. Ketiga kecamatan ini akan digerakkan menjadi pusat perekonomian daerah.

“Kawasan itu akan menjadi kota baru dan ingar bingarnya Purworejo ada di sana,” imbuh Agus.

Hal lain yang juga menjadi perhatian pemkab adalah pembangunan laut dalam yang memanfaatkan kawasan bahari terpadi (KBT) di Kecamatan Ngombol. Rencananya kegiatan ini memanfaatkan laut sebagai sumber pengembangan ekonomi. Tidak sekadar berwacana, pemkab sudah melangkah dengan melakukan pembicaraan dengan investor dari Tiongkok, Malaysia, Australia, dan Korea Selatan.

Secara umum, Agus Bastian membagi wilayah Purworejo menjadi tiga klaster. Border city yang ada di kawasan selatan menjadi klaster I. Sedangkan wilayah tengah atau perkotaan menjadi klaster II yakni kawasan heritage. Untuk klaters III adalah kawasan religius dan sosial-budaya dengan pengembangan di Kecamatan Kaligesing, Bener, Loano, Gebang, dan Bagelen.

Agus Bastian yang memimpin Purworejo bersama Wakil Bupati Yuli Hastuti sejak 2017, langsung nge-gas untuk menjadikan Purworejo lebih sejahtera. Hingga saat ini sudah ada beberapa lompatan yang dilakukan sehingga menjadikan Purworejo semakin rapi dan cantik.

Satu fokus yang digarap adalah Pasar Baledono. Sejak 2018, pasar yang menaungi ribuan pedagang itu sudah bisa beroperasi normal.

Tidak kalah penting adalah penataan Alun-Alun Purworejo. Sempat bersinggungan sengit dengan pedagang kaki lima yang sudah lama berjualan di tempat tersebut, akhirnya proyek itu berhasil dilakukan. Sekarang alun-alun menjadi pusat kegiatan, tempat olahraga, maupun wisata masyarakat.

Saat ini juga sedang dalam proses pembangunan rumah sakit tipe C yang ada di wilayah Kecamatan Banyuurip. Meski bertipe C, Agus Bastian mengarahkan agar rumah sakit itu memiliki fasilitas internasional. Nantinya rumah sakit ini memiliki ruang eksekutif yang sangat dimungkinkan digunakan oleh orang-orang penting yang memanfaatkan YIA. (udi/amd/fj)