JOGJA – Meneladani sosok pahlawan nasional Kartini bisa diaplikasikan dalam banyak hal. Terutama bagi perempuan untuk bisa memperjuangkan emansipasi setara dengan kaum laki-laki. Salah satu hal yang diperjuangkan oleh putri Jepara tersebut.

Semangat itulah yang salah satunya menginspirasi Dewa Ayu Made Sriartha Kusuma Dewi, pemain basket putri asal Merpati Bali. Sosok Kartini mendorongnya untuk selalu berprestasi, tidak kalah seperti laki-laki. Utamanya di dunia basket yang saat ini ditekuni salah satu DBL Indonesia All-Star 2015 itu.

“Bagi perempuan meneladani ibu Kartini yaitu dengan lebih bekerja keras lagi. Semangat menjalani aktivitas jangan pernah menyerah. Karena besarnya usaha, hasilnya tidak akan menghinati,” tutur pemain timnas 3×3 Team Asian Games 2018 kepada Radar Jogja.

Ayu saat bermain untuk Merpati Bali. (SRIKANDICUP.COM)

Selain itu, sosok Kartini menurut mahasiswa Universitas Esa Unggul Jakarta itu adalah perempuan tangguh yang tidak mengenal kata menyerah. Meskipun sebagai perempuan, namun berani memperjuangkan kaumnya. Melalui pendidikan. Agar perempuan juga memiliki hak yang sama.

Selanjutnya, Ayu dkk berharap semangat Hari Kartini juga membuatnya bisa bermain bagus di babak playoffs Srikandi Cup, Senin (21/4). Di game pertama, Merpati akan bertemu Flying Wheel Makassar.

Dalam dua pertemuan sebelumnya Merpati menang 69-34 dan 73-42. “Jangan lengah dan tetap kerja keras. Semua tim masih punya peluang,” ungkap gadis manis kelahiran Klungkung, Bali 20 November 1998 itu.

Ayu mulai menekuni olahraga bola basket dengan bergabung ke klub junior Merpati Bali. Langkah Ayu memilih Merpati memiliki konsekuensi yang tidak mudah. Jarak antara GOR Merpati, tempat Ayu berlatih di Denpasar, terpisah 30 kilometer dengan rumahnya di Gianyar. Namun dia tidak putus asa.

“Kalau sudah memilih sesuatu, harus ditekuni dan dijalani dengan sungguh-sungguh. Itu pesan Ayah saya kepada saya kala itu,” ungkapnya.

Betul juga, bersama Merpati, Ayu berhasil terpilih mewakili Provinsi Bali di Kejuaraan Nasional Bola Basket usia 15. Lalu berturut-turut Kejuaraan Nasional KU 16, KU 18, hingga PON 2016 di Jabar diikutinya.

Berlatih keras dan pantang menyerah, untuk membawa Merpati Bali juara. (IG AYUSRIARTHA).

Berbekal penampilan ciamiknya di PON, Ayu mendapat panggilan dari Tim Nasional usia 18 tahun yang berkompetisi dalam FIBA Asia Championship U-18 di Thailand.

Kepala Pelatih Arief Gunarto kala itu mendapuknya sebagai kapten tim dan membawa Indonesia berhasil promosi ke level 1. “Nggak nyangka sama sekali bisa didapuk sebagai kapten,” ujarnya.

Penampilan bersama Merpati juga mengantarkan Ayu mengikuti seleksi Tim Nasional SEA Games 2017, dan Tim Nasional 3×3 Asian Games 2018. Apa yang sudah didapatkan Ayu belakangan ini tidak menjadikannya menjadi sombong.

Mahasiswa Ilmu Kesehatan Masyarakat ini tetap rendah hati dan ramah. Disinggung mengenai target selanjutnya, Ayu termotivasi untuk bisa menambah pencapaian dan prestasi di bidang basket.

“Ingin mempertahankan apa yang sudah didapat kemarin, dan mendapatkan apa yang belum pernah Ayu rasakan sebelumnya, salah satunya membawa Merpati ke posisi tertinggi,” jelasnya. (riz)