KULONPROGO – Runway Yogyakarta International Airport (YIA) sepanjang 3.250 meter diklaim sebagai yang terpanjang di antara bandara lain yang dikelola PT Angkasa Pura I.  Juru bicara proyek pembangunan YIA Agus Pandu Purnama menyatakan, runway dengan lebar 75 meter itu mampu melayani pesawat terberat dan terbesar. “Kekuatan landasan pacunya juga mumpuni untuk pesawat berbadan lebar dan berat,” klaimnya Sabtu (20/4).

Dengan kondisi runway seperti itu, Pandu meyakini, pendaratan pesawat bisa lebih halus. Karena tidak perlu break. Pesawat akan berhenti dengan sendirinya karena landasan pacu sangat panjang.

Dalam operasional minimum YIA direncanakan lima penerbangan. Oleh maskapai AirAsia dan Silk Air. Jadwal penerbangan kedua maskapai tersebut merupakan pindahan dari Bandara Adisutjipto. “Operasionalnya pada pukul 06.00 hingga 18.00,” jelasnya.

Sementara area landside YIA dilengkapi tol gate untuk kendaraan roda empat. Ada pula area parkir terbuka 3.000 slot untuk kendaraan roda empat dan lima slot untuk bus.

Pandu menyatakan, kondisi terminal penumpang sudah sesuai persiapan operasional. Dengan luas 12.920 meter persegi. Atau dua kali lipat terminal internasional Bandara Adisutjipto yang hanya 6.000 meter persegi. Luas terminal saat ini hanya enam persen dari total luas keseluruhan terminal yang direncanakan.

Fasilitas pendukung lainnya juga sudah disiapkan. Mulai check-in counter, body screening,  dan perangkat custom immigration quarantine (CIQ). “Semua siap. Pada 29 April tinggal operasi,” katanya optimistis.

Aksesbilitas kendaraan dari jalan nasional menuju bandara sementara ini masih satu jalur. Melalui tol gate di sisi timur.

Kendaraan bisa langsung masuk ke drop zone terminal atau area parkir. Sedangkan kargo ada di sayap kanan melalui jalan permanan dua line.

Alurnya, calon penumpang pesawat yang datang dari jalan nasional berhenti di drop zone. Lalu masuk screening ECT 1, check in, screening ECT 2. Fasilitas emigrasi ada di lantai dua. Alur bagi penyandang disabilitas sama. Hanya untuk naik ke lantai dua disediakan lift. Khusus petugas bandara dan tamu VIP disediakan akses tersendiri.

Jalur aksesibilitas YIA berbeda dengan Adisutjipto. Di Adisutjipto jalur masuk bandara bagi penjaga tenant, petugas dan air crew menjadi satu.

Di lantai dua ada dua gate. Di sisi timur dan barat. Semuanya untuk pesawat nero dan wigth body. (tom/yog/by)