MAGELANG – Di tengah ketidakpastian pengungkapan kasus dugaan korupsi pembangunan dancing fountain di Alun-Alun Kota Magelang, Polres Magelang justru menggelar perkara kasus korupsi lain. Yakni dugaan korupsi proyek Jembatan Sibangkong tahap 1 Dusun Wonorejo, Banyuwangi, Bandongan, Kabupaten Magelang, yang menggunakan anggaran dana desa (ADD). Dalam kasus ini, polisi menetapkan satu tersangka, Agung Setyohadi, warga Perum Pondok Rejo Asri, Danurejo, Mertoyudan, Kabupaten Magelang.

“Kami baru tetapkan satu tersangka dari ASN. Dia merupakan kepala UPT PU Wilayah Bandongan,” kata Kapolres Magelang Kota AKBP Idham Mahdi kemarin.

Dijelaskan, proyek ini adalah proyek dana desa dengan anggaran sebesar Rp 199 juta. Potensi kerugian negara yang ditimbulkan sekitar Rp 90,6 juta. Karena seharusnya jembatan tahap 1 itu, bangunan pondasinya setinggi 9,2 meter. Tetapi oleh tersangka hanya dibuat ukuran 4 meter.

Menurutnya, tersangka selaku kepala UPT PU wilayah Bandongan diminta bantuan oleh pemerintah desa untuk melaksakan pekerjaan pembangunan itu. Namun dalam pelaksanaan pekerjaan tersebut tidak menunjuk pihak ketiga sebagai pelaksana untuk mengerjakan jembatan itu.

“Dengan meminta bantuan beberapa staf seksi UPT PU wilayah Bandongan di antaranya beberapa orang untuk mencari dan membayarkan ongkos tukang. Membelanjakan material semen dan menunjuk seseorang untuk membuat administrasi pekerjaan jembatan dari awal sampai akhir pekerjaan,” ungkapnya.

Kemudian, lanjut Idham, meminta staf seksi jembatan di DPUPR Kabupaten Magelang untuk membuat gambar rencana jembatan. Pembangunan jembatan tahap pertama sudah mencapai 60 persen, tersangka meminta bantuan lagi kepada direktur sebuah perusahaan untuk menandatangi dokumen pekerjaan pembangunan jembatan ini. “Namun dalam pelaksanaan pembangunan tahap 1 itu, perusahaan ini hanya digunakan sebagai atas nama saja,” tegasnya.

Idham mengatakan untuk saat ini berkas perkara sudah dinyatakan lengkap atau P21. Penyidik akan melimpahkan ke jaksa penuntut umum (JPU). Dalam penyidikan, tidak dilakukan penahanan karena tersangka kooperatif dan tidak bakal menghilangkan barang bukti atau melarikan diri. Barang bukti yang disita uang tunai Rp 89,5 juta.

“Kasusnya sudah P21 dan akan dilimpahkan ke JPU. Tinggal menunggu koordinasi kapan waktu pelaksanaan pelimpahan tahap dua, jadi sudah jelas. Sudah ada unsur kerugiaan keuangan negaranya yang dikeluarkan BPKP, kemudian tersangka sudah diperiksa, berkas perkara sudah dikirimkan dan sudah P21. Tinggal tahap 2,” tandas Idham.

Saat dihadirkan di Mapolres Magelang Kota, tersangka menutupi wajahnya dengan mengenakan masker dan topi hitam. Ia tampak memakai celana panjang hitam, sepatu hitam dan baju warna putih. Selama penjelasan kepada media oleh polisi, tersangka hanya diam saja. (dem/laz/er)