JOGJA – Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakumundu) akhirnya resmi memeriksa Muhammad Lisman Pujakesuma. Pria yang sempat diamankan tim Polda DIJ saat operasi tangkap tangan di Denggung Tridadi Sleman, Selasa lalu (16/4). Dugaannya melakukan money politics dengan barang bukti uang sekitar Rp 1,6 miliar.

“Jadwal kami hari ini benar itu, meminta keterangan saksi, pelapor dan memeriksa pengemudi atau terlapor. Yang disangkakan melakukan money politics atas nama Muhammad Lisman Pujakesuma,” kata Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DIJ Bagus Sarwono, Selasa (23/4). Sesuai tupoksi, Sentra Gakumundu terdiri dari Bawaslu, Polri dan Kejaksaan.

Bagus mengaku masih mendalami peran lain dari Puja. Termasuk perannya sebagai pengantar uang. Uang sejumlah Rp 1,6  miliar sendiri awalnya diklaim sebagai dana saksi. Peruntukannya sebagai upah saksi yang menjaga setiap TPS di Sleman.

Terkait laporan dilakukan per 18 April, telah memenuhi syarat. Berupa adanya barang bukti dan minimal dua orang saksi. Tentang proses pemeriksaan, satgas gabungan ini menjanjikan selesai dalam 14 hari pascalaporan.

Jika mengacu pada UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, sesuai pasal 285, jika pelaksana maupun tim kampanye terbukti melakukan money politics dan sudah mendapat putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap, bisa dilakukan pembatalan penetapan calon anggota DPR, DPD, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten/kota sebagai calon terpilih.

Untuk pelapor ke Sentra Gakumundu sendiri, Bagus mengaku dari PNS Inafis Polda. Kronologi penangkapan berawal adanya pergerakan pada masa tenang kampanye. Puja ditangkap saat mengendarai mobilnya di kawasan simpangempat Denggung. Saat digeledah ditemukan uang dan sejumlah identitas partai.

Usai penangkapan, Puja sempat diamankan di kantor Bawaslu DIJ. Tepat sehari berikutnya, Rabu (17/4), Puja dibebaskan penyidik Polda DIJ. Hingga akhirnya Sentra Gakkumdu sepakat memeriksa kembali pasca adanya laporan.“Barang bukti secara formal material sudah kami terima. Uang dalam bentuk pecahan Rp 100 ribu. Ada dalam amplop tapi sebagian besar tidak,” katanya.

Puja sendiri datang mengenakan pakaian serba hitam dan topi putih. Tapi dia irit bicara. Pada awalnya sempat mengatakan menunggu pemeriksaan di lantai 2 Kantor Bawaslu. Usai menjalani pemeriksaan, pria ini langsung meninggalkan gedung Bawaslu DIJ.“Tidak ada keterangan, masih kajian,” ujarnya singkat.

Terpisah Kabid Humas Polda DIJ AKBP Yuliyanto memastikan jajarannya mendukung langkah pemeriksaan. “Kalau memang ada tindak pidana maka akan diserahkan ke penyidik Polri untuk pemberkasan. Kalau saat ini memang belum sampai ke kami (polisi),” ujarnya. (dwi/pra/er)