BANTUL – Menyambut bulan suci Ramadan, Aksi Cepat Tanggap (ACT) DIJ meluncurkan program pengentasan kemiskinan dengan tema Marhaban Yaa Dermawan di sebuah rumah makan yang terletak di Jalan Wonosari Km 1, Pringgolayan, Banguntapan, Bantul, Rabu (24/4).

Salah satu isi dari acara tersebut adalah mengajak muslim sedunia memperbanyak amal saleh melalui program kemanusiaan dari pelosok Indonesia hingga berbagai belahan dunia. ACT DIJ juga mengajak para stakholders untuk menjadikan Ramadan sebagai bulan akselerasi kedermawanan.

Kepala Cabang ACT DIJ Bagus Suryanto mengatakan, momentum Ramadan tahun ini ACT mengajak seluruh masyarakat DIJ untuk senantiasa berbuat kebaikan. Juga melipatgandakan amalan terbaik serta sebagai momentum berbagi kepada sesama.

”Sekalipun negeri ini masih disibukkan dengan tema politik, masih perlu diingat bahwa permasalahan kemiskinan di negeri ini masih sangat menghawatirkan,” ucapnya.

Program-program pengentasan kemiskinan telah disiapkan oleh ACT DIJ berupa program Humanity Foodtruck, yaitu layanan makanan gratis untuk masyarakat prasejahtera. Selama Ramadan nanti armada Foodtruck ini akan berkeliling DIJ untuk membagi-bagikan ribuan makanan secara gratis.

”Selain itu program penyaluran ribuan bantuan paket pangan untuk masyarakat kurang mampu, pemulung serta masyarakat lanjut usia juga terus dilakukan. Ada juga program Mobile Social Rescue (MSR) yang berupa pendampingan dan pemberian bantuan untuk perorangan yang sakit tetapi tidak mampu untuk berobat,” ujarnya.

Di tingkat nasional, Bagus menambahkan, ACT juga akan memberangkatkan Kapal Ramadan dari lima titik dengan membawa paket-paket pangan dan akan menyasar ratusan ribu masyarakat prasejahtera di seantero Nusantara.

Ketua Ikatan Dai Indonesia (IKADI) DIJ Ustad Abdullah Sunono yang juga hadir pada kesempatan tersebut menyampaikan, tema Marhaban Yaa Dermawan yang dihadirkan ACT sejatinya mengajak masyarakat memiliki jiwa kedermawanan yang tinggi. Mengingat Ramadan merupakan bulan yang ditunggu-tunggu oleh seluruh umat. ”Momen terbaik bagi para dermawan untuk menebar amalan kebaikan,” jelasnya.

Tak hanya di Tanah Air, keberkahan Ramadan, juga menyapa masyarakat Palestina, bangsa yang selama 12 tahun terakhir mengalami blokade laut, darat, maupun udara oleh Pemerintah Isarel. ”Ini juga mendapatkan manfaatnya dari kedermawanan masyarakat Indonesia,” katanya.

Membenarkan apa yang dikatakan Abdullah Sunono, di sesi terakhir Syeikh asal Gaza-Palestin, Abdallah Al Najjar menyampaikan, Palestina hingga saat ini masyarakatnya masih dalam masa penjajahan, perbatasannya ditutup, airnya tercemar limbah, listrik hanya menyala beberapa jam per hari, dan kemiskinan akut tengah menghinggapi baik di Gaza maupun Tepi Barat Palestina.

Syeikh Al Najjar mengucapkan terima kasihnya kepada Indonesia yang hingga saat ini masih membersamai bangsa Palestina baik itu lewat doa maupun ikhtiar. ”Masyarakat Indonesia sangat berarti bagi kami,” ujarnya. (naf/ila)