MUNGKID – Cukup banyak ketidaksesuaian data C1 yang dipegang PPK, Panwascam, dan saksi parpol dalam pelaksanaan Pemilu 2019 di Kabupaten Magelang. Oleh karena itu pada hari ke-6 Rapat Pleno Rekapitulasi Penghitungan Suara tingkat kecamatan, Bawaslu Kabupaten Magelang meminta ada penghitungan ulang. Jumlahnya tidak tanggung-tanggung, 45 TPS.

Dijelaskan Ketua Bawaslu Kabupaten Magelang MH Habib Shaleh, sebanyak tiga rekomendasi untu Penghitungan Suara Ulang (PSU) diberikan ketika surat suara masih di TPS dan 41 penghitungan ulang dilakukan dalam forum pleno PPK. Rekom diberikan berdasar ketentuan Pasal 378 UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum.

Ke-45 TPS itu yakni Kecamatan Mertoyudan 3, Mungkid 2, Tegalrejo 6, Grabag 3, Salam 2, Windusari 1, Dukun 16, Ngablak 1, Srumbung 1, Kajoran 1, Kaliangkrik 1, Bandongan 1, dan Muntilan 6. “Penghitungan suara ulang ini dilakukan setelah mendapat rekomendasi saran perbaikan dari Pengawas Pemilu Kecamatan setempat,” katanya kemarin.

Habib mengungkapkan, Bawaslu Kabupaten Magelang bersama Panwaslu Kecamatan, Panwasdes, dan Pengawas TPS melakukan pengawasan melekat proses pungut hitung hingga rekap. Selain menggunakan Salinan C1, Bawaslu juga sudah membuat template DA, sehingga pengawasan lebih maksimal. Panwascam juga sudah mencatat kejadian-kejadian khusus di TPS, sehingga memudahkan pengawasan dan saran perbaikan dalam rapat pleno PPK.

“Penghitungan ulang dilakukan karena Panwascam kami menemukan ada selisih surat suara sah dan tidak sah di C1. Ketika ada selisih surat suara, maka solusinya membuka kotak suara dalam pleno PPK dan menyandingkannya dengan C1 Plano. Jika belum ketemu juga, maka dilakukan penghitungan ulang,” tuturnya.

Habib menegaskan Panwascam, Panwasdes, PPK dan PPS sudah bekerja keras selama pungut hitung hingga pleno PPK. Jika ada selisih surat suara di C1, maka akan segera dicari. “Selisih satu surat suara saja ketahuan seperti terjadi di TPS 03 Tempurejo, Tempuran,” katanya.

Dikatakan, pihaknya menemukan banyak C1 yang salah tulis dan salah hitung. Namun berdasarkan analisa dan penelitian Panwascam, ketidaksinkronan ini semata salah hitung dan salah tulis saja. “Tidak ada indikasi KPPS untuk berbuat curang. Kami akan terus melakukan pengawasan melekat,” jelasnya.

Sebelumnya, Bawaslu Kabupaten Magelang memberikan rekomendasi untuk PSU untuk TPS 01, Dusun Jambu, Tempurejo, Tempuran dan TPS 03 Desa Bandongan, Bandongan. PSU rencananya dilakukan serentak 27 April 2019. Bawaslu Kabupaten Magelang memberikan rekomendasi PSU kepada KPU Kabupaten Magelang dikarenakan ada pemilih yang tidak masuk DPT dan DPTb serta tidak membawa form A5 untuk pindah memilih. Para pemilih itu memilih hanya bermodalkan E-KTP luar daerah.

“Mereka tidak masuk DPT dan DPTb Tempuran dan Bandongan, serta tidak membawa form A5 sebagai sarat pindah memilih, sehingga tidak berhak untuk menggunakan hak suara di Tempuran dan Bandongan. Setelah pleno, Bawaslu merekomendasikan PSU untuk 2 TPS,” ungkap Habib. (dem/laz/by)