MAGELANG – Sekretaris Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (PPSDMP) Kementerian Pertanian Dr Ir Prihasto Setyanto MSc menyatakan, sektor pertanian memiliki peran penting secara multidimensi. Yakni sumber gas rumah kaca (GRK), korban perubahan iklim, dan peluang ke depan.

“Makanya calon penyuluh pertanian di era milenial ini harus bisa membawa perubahan positif bagi masyarakat,” tegasnya saat mengisi kuliah umum di kampus Jurusan Peternakan, Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang (Polbangtan YoMa), Kamis (18/4).

Lebih lanjut Prihasto mengatakan, GRK dari pertanian adalah zat karbondioksida (CO2) dengan pembakaran bahan bakar fosil, pembakaran kayu hutan, dan limbah. Selain itu juga berupa dinitrogen oksida (N2O).

GRK juga bisa terjadi akibat cara pemupukan urea yang salah, kotoran ternak, dan zat metana (CH4) hasil penguraian bahan organik secara anaerobik, serta pembakaran limbah pertanian yang tidak sempurna. Untuk itu, para penyuluh pertanian generasi milenial diharapkan bisa memanfaatkan lahan produktif untuk menurunkan emisi GRK, meningkatkan serapan karbon, serta mendongkrak nilai tambah petani.

“Kawasan hortikultura di lahan terlantar juga bisa dikembangkan dengan optimasi nilai jual produk pertanian,” tutur Prihasto. (*/yog/ila)