BANTUL – Pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX-2016 di Jawa Barat, tim sepatu roda DIJ hanya meraih satu medali perak dan dua perunggu.Raihan prestasi itu dianggap tidak memadai. Karena itu, pada PON XX-2020 di Papua, memiliki target yang lebih tinggi. Yakni bisa meraih dua emas.

Sama seperti cabang olahraga yang lain, cabang sepatu roda juga memiliki aturan baru di PON mendatang. Hanya atlet yang berusia di bawah 26 tahun yang bisa berlaga. Batasan usia itu tidak menjadi masalah bagi tim sepatu roda DIJ. Sejak lama mereka memang selalu mengandalkan para pemain muda.

Bahkan untuk menghadapi PON Papua tahun depan mereka diperkuat para atlet yang masih berstatus pelajar.”Kami punya dua nomor yang jadi andalan,” ujar pelatih tim sepatu roda DIJ Sugeng Laksono di Kompleks Stadion Sultan Agung Bantul, Rabu (24/4/).

Aradhana Wikanestri yang berhasil menyumbangkan satu perak dan satu perunggu pada gelaran PON sebelumnya kembali akan diandalkan. Selain Ara, beberapa atlet lain yang juga sudah tampil di Jawa Barat juga akan kembali diandalkan.

Salah satunya adalah Damar Syahputra. Atlet yang bisa tampil baik di nomor perseorangan ataupun beregu ini memiliki keyakinan bisa meraih prestasi tertinggi saat berlaga di Papua nanti. “Saya optimistis bisa berprestasi lebih baik,’’ tegasnya.

Sebelum berlaga di PON Papua 2020, tim sepatu roda DIJ akan berlaga terlebih dulu di ajang Pra-PON. Ajang tersebut akan berlangsung di Jawa Barat pada September mendatang. (cr12/din/by)