BANTUL – Untuk kali kedua Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) bekerjasama dengan Asia University mengadakan acara Taiwan Higher Education Fair di Sportorium UMY, Rabu (24/4). Acara ini melibatkan 15 institusi pendidikan dari Taiwan untuk memberikan informasi terkait kuliah murah dan ramah muslim.

Dean of International Collage Asia University Dr Ying Huei Chen menyatakan, ada 11.800 pelajar dari Indonesia yang saat ini tengah menempuh pendidikan di Taiwan. Angka ini menjadi jumlah pelajar terbanyak kedua setelah Malaysia. Selain itu, biaya hidup di Taiwan relatif murah. Biaya sumbangan pembinaan pendidikan (SPP) juga murah.

Ying menjamin, kualitas pendidikan di negaranya didukung dosen dengan lulusan doktor dari Amerika Serikat, United Kingdom, Australia, dan Jepang. Selain itu, makanan halal dengan menyediakan restaurant khusus dan tempat ibadah bagi kaum muslim juga diperhatikan. “Oleh karena itu Taiwan menjadi salah satu tempat terbaik untuk melanjutkan pendidikan,” tuturnya.

Rektor UMY Dr Ir Gunawan Budiyanto MP menjelaskan, meskipun Taiwan adalah negara kecil, Taiwan memiliki perguruan tinggi yang berkualitas. Tercatat 32 perguruan tinggi yang masuk dalam perangkingan terbaik di dunia. Melalui event ini akan menjadi peluang bagi generasi muda untuk mendapatkan kesempatan menempuh pendidikan tinggi dengan kualitas yang baik.

Selain itu, pemerintah Taiwan juga menyediakan berbagai macam beasiswa untuk calon mahasiswa dari Indonesia. Baik di tingkat vokasi, sarjana, dan pascasarjana. Untuk biaya hidup, juga sangat murah dibandingkan negara lain. Setara biaya hidup satu tahun di Australia bisa digunakan untuk tujuh tahun hidup di Taiwan. “Selain itu, universitas di sana juga sangat memperhatikan makanan halal dan praying room untuk muslim,” jelas Gunawan.

Taiwan Higher Education Fair, tambah Gunawan, tidak hanya diadakan di Jogjakarta. Hari ini Kamis (25/4), mereka akan mengunjungi salah satu universitas terbaik di Surabaya dan Malang. (sce/cr7/laz)