JOGJA – Tiga siswa SMP Bhineka Tunggal Ika mengerjakan Ujian Nasional Berbasis Komuter (UNBK) di SMPN 8 Jogja. SMPN 8 Jogja menerima siswa gabungan dari sekolah menengah swasta yang belum mampu menyelenggarakan UNBK secara mandiri.

Kepala sekolah SMPN 8 Jogja Retna Wuryaningsih menjelaskan, kehadiran siswa-siswa tersebut tidak menganggu pelaksanaan UNBK di SMPN 8. Sebab, sekolah ini memiliki fasilitas komputer lebih. “Ini kan program pemerintah juga. Jadi, kalau ada sekolah swasta yang belum mampu diperkenankan bergabung,” jelasnya, Rabu (24/4).

Di SMPN 8 sendiri, peserta UNBK sudah beberapa kali mengikuti simulasi.  Mereka sudah 12 kali latihan membiasakan diri mengerjakan soal di komputer. Kondisi ini ditunjang dengan fasilitas lengkap. Proktor teknisinya juga bekerja dengan baik.

Retna mengungkapkan bahwa SMPN 8 sempat mengalami gangguan listrik kecil di hari pertama pelaksanaan UNBK. Sempat mati listrik di hari pertama. Tetapi tidak sampai satu menit sudah langsung nyala lagi. Peserta langsung bisa mengerjakan lagi.

Menurutnya, gangguan listrik tidak mengganggu siswa yang mengerjakan soal. Sistem tidak merugikan siswa. Misalnya komputer mati 10 menit, waktu mengerjakan tetap tidak berkurang walau komputernya mati. Sebanyak 348 siswa SMPN 8 yang terbagi dalam 11 kelas menjadi peserta UNBK. Kelas tersebut meliputi 10 kelas reguler dan satu kelas program sistem kredit semester (SKS).

Pelaksanaan UNBK hari ketiga tingkat SMP ini dipantau  Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi (HP). Dalam pemantaun ini HP memastikan pelaksanaannya berjalan dengan lancar. Menurutnya, memang ada laporan  sempat ada yang drop internetnya.”Kalau hari ini (kemarin, Red) lancar-lancar saja,’’ jelasnya.(cr16/din/zl)