PURWOREJO – Dalam kurun waktu 2019-2024, diprediksi lebih dari 2.000 tenaga siap kerja yang akan terserap jika area Badan Otorita Borobudur (BOB) dibangun. Kawasan yang diproyeksikan seluas 309 hektare ini seluruhnya ada di Purworejo, namun tenaga kerja yang terserap meliputi dua kabupaten lain yakni Kulonprogo maupun Kabupaten Magelang.

Besaran tenaga kerja ini disampaikan Direktur Utama BOB Indah Juanita saat menjadi narasumber utama dalam Critical Voice Point (CVP) yang mengambil tema “BOB dan Pengembangan Pariwisata” yang diadakan Dinkominfo di Pendapa Rumah Dinas Bupati, Kamis (25/5). Bupati Purworejo Agus Bastian beserta jajaran Forkopimda dan OPD terkait hadir dalam kegiatan ini.

“Sekarang kami  sudah kembangkan glamping d’Loano yakni membuat tempat bermalam di kawasan BOB. Kapasitas kamar yang dimiliki saat ini baru untuk 40 orang,” kata Indah.

Ditambahkan, fasilitas di glamping d’Loano sekelas dengan hotel bintang 4 dan 5. Hal ini dilakukan karena memperhatikan adanya pengembangaan wilayah di sekitarnya.

Keberadaannya memang akan banyak menyerap tenaga kerja. Dalam perhitungannya ada 2.720 orang tenaga kerja, terdiri atas beberapa level pekerjaan dan kompetensi. Untuk level pekerjaan juru dengan minimal pendidikan SMK dan BLK memiliki proporsi 60 persen dan level pekerjaan madya dengan minimal pendidikan politeknik sebanyak 30 persen.

“Lalu untuk level pekerjaan manajer, minimal pendidikan universitas sebanyak 10 persen. Masing-masing level terdiri atas berbagai kompetensi atau keahlian,”  tambahnya.

Selain memperkerjakan warga sekitar, nantinya BOB juga akan menampung banyak produk UMKM yang dihasilkan warga. Ada banyak keunikan yang bisa dijual kepada wisatawan. “Bagi kita mungkin itu adalah hal biasa, tapi bagi wisatawan menjadi sesuatu yang luar biasa,” katanya.

Hanya saja, produk UMKM yang bisa ditampilkan memang harus berkelas. Pihaknya akan melakukan seleksi ketat. Jika masih belum lolos akan diberikan beberapa pendampingan.

Bupati Agus Bastian menegaskan komitmen pemkab untuk menangkap peluang BOB. Termasuk menyiapkan SDM dan infrastruktur jalan pendukung pariwisata. Pihaknya juga berharap masyarakat dapat memberikan dukungan, misalnya ketika pemkab ingin melakukan pelebaran jalan kabupaten yang berdampak pada pembebasan tanah milik warga. Jangan sampai upaya pemkab terkendala karena sulitnya kesepakatan terkait ganti rugi pembebasan lahan. (udi/laz/zl)