KULONPROGO – Ada masjid megah di kompleks Yogyakarta International Airport (YIA) Temon, Kulonprogo. Namanya Masjid Al-Akbar. Bangunan masjid berkonsep ramah lingkungan. Mirip rumah tahan gempa berbentuk dome.

HENDRI UTOMO, Kulonprogo

Masjid Al-Akbar tidak memiliki dinding. Dibuat dengan konsep terbuka. Pencahayaan alami. Sirkulasi udaranya maksimal.

Luas masjid ini 760 meter persegi. Daya tampungnya 600 jamaah.

Meskipun tidak dipasang pendingin ruangan atau air conditioner (AC) siapa saja yang ada di dalam masjid akan merasa nyaman. Tidak gerah. Adem.

Penggunaan lampu di masjid pun sangat minim. Lampu tidak mobyar-mobyar.

“Masjid Al-Akbar ini salah satu fasilitas rumah ibadah sekaligus salah satu ikon YIA,” ucap Direktur Utama Angkasa Pura 1 Faik Fahmi di sela-sela peresmian Masjid Al Akbar, Kamis (25/4).

Masjid ini harmonis dengan alam. Hal itu bisa terlihat dari bentuk bangunan yang terbuka tanpa daun pintu maupun jendela. Angin leluasa masuk ke ruang masjid.

Dengan arstitektur tersebut, jamaah bisa lebih menyatu dan merasakan suasana lingkungan luar masjid. Terdappat taman berisi pepohonan dan bunga-bunga.

“Dengan desain seperti ini diharapkan bisa menjadi ikon bandara. Keunikan ini juga menjadi pusat perhatian masyarakat. Kedepannya masjid ini bisa jadi imej YIA,” jelasnya.

Keberadaan Masjid Al-Akbar diharapkan memberi manfaat bagi masyarakat luas. Tak hanya bagi warga bandara dan pengguna jasa penerbangan. Masyarakat sekitar juga dapat memperoleh manfaat.

Peresmian masjid sengaja dilakukan sebelum Ramadan awal Mei mendatang. Langkah ini ditujukan agar masjid bisa digunakan sebagai pusat keagamaan saat bulan puasa.

“Terbuka untuk umum. Masyarakat sekitar bandara bisa memanfaatkan masjid ini. Menjelang bulan suci Ramadan, masjid ini bisa dimakmurkan dengan kegiatan keagamaan. Jadi, tidak hanya bangunan fisik yang megah, namun harus dikelola sebaik mungkin,” harapnya.

Pembangunan masjid ini termasuk cepat. Sebab, ada sejumlah bagian di kompleks bandara yang belum rampung sepenuhnya.

”Keberadan Masjid Al-Akbar YIA menjadi faslitas vital. Sebab, berkaitan dengan ibadah umat muslim. Masjid bisa diselesaikan dulu. Sengaja didahulukan supaya banyak yang mendoakan, juga bandara bisa dibangun lancar serata memberi manfaat kepada masyarakat,” ujarnya.

Peresmian Masjid Al-Akbar tidak hanya dihadiri direksi AP I. Ada ratusan santri dari beberapa pondok pesantren di Kulonprogo. Digelar pula pengajian dan pemberian santunan kepada 550 anak yatim piatu. Kegiatan ditutup salat Dzuhur berjamaah.

Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Haromain di Kecamatan Sentolo Muniro mengungkapkan, Masjid Al-Akbar dapat memberi manfaat kepada masyarakat. Operasional YIA pada 29 April juga diharapkan mampu membawa dampak yang positif bagi warga Kulonprogo.

“Semoga dengan beroperasinya bandara baru ini, Kulonprogo bisa semakin maju dan dapat bersaing dengan daerah lain,” ungkapnya.

Project Manager Pembangunan YIA Taochid Purnama Hadi menyatakan, Masjid Al Akbar sudah beberapa kali dipakai untuk kegiatan ibadah sebelum diresmikan. ”Ada di dalam masjid rasanya dingin. Konsep masjid dibuat sedemikian rupa untuk mengejar penilaian greenship. Kami tidak banyak menggunakan listrik (lampu dan AC) dan bentuknya terinsiprasi dengan rumah gempa berbentuk dome,” terangnya. (tom/amd/fj)