JOGJA – Kapolsek Wirobrajan Kompol Sugiyanta punya cara tersendiri untuk membangun kedekatan dengan masyarakat. Salah satunya lewat salat Subuh berjamaah bersama warga di masing-masing perkampungan.”Jadi tidak hanya ibadah di Mapolsek, tetapi membaur dengan masyarakat,” jelasnya belum lama ini.

Menurutnya, setiap anggota tidak ada alasan apapun untuk tidak beribadah. Bahkan dalam menjalani tugas kepolisian diwajibkan menjunjung tinggi nilai-nilai agama.  Inipula yang mendorong perwira menengah satu melati ini mencetuskan giat ibadah pagi. Setiap anggotanya diwajibkan salat Subuh berjamaah di wilayah administrasinya. Khususnya di tiga kelurahan, yakni Wirobrajan, Patangpuluhan, dan Pakuncen.

Di satu sisi cara ini memiliki nilai bermakna. Selain ibadah tentunya juga membangun kedekatan dengan masyarakat. Komunikasi dan interaksi terjalin dengan baik di seluruh elemen masyarakat.

Baginya menjalankan tugas patroli bisa diwujudkan dalam berbagai bentuk. Dan kegiatan ibadah  merupakan salah satu pendekatan yang efektif. Termasuk mengedukasi pesan-pesan keamanan dan ketertiban dalam lingkungan masyarakat. “Pendekatan yang humanis dan efisien. Menyampaikan pesan kamtibnas secara langsung kepada warga,” ujarnya.

Kegiatan ini sudah berlangsung setahun dan mendapat respons positif. Mulai dari warga hingga personel jajaran Polsek Wirobrajan. Hampir seluruh personel di jajarannya telah melaksanakan ibadah Salat Subuh berjamaah keliling.

Polsek Wirobrajan juga memilili program Ngaruhke Sedulur. Kegiatan ini berlangsung setiap Jumat dengan membagikan sembilan bahan pokok (sembako) kepada warga. Bantuan ini menyasar warga yang membutuhkan di kawasan Wirobrajan.

Guna mengumpulkan dana ada teknik khusus. Setiap apel wajib setiap Senin, ada pengumpulan dana dari seluruh personel Polsek Wirobrajan. Berapapun jumlahnya dikumpulkan untuk dibelanjakan beragam jenis sembako.”Pembagiannya dengan cara mendatangi langsung rumah warga. Sekaligus nersilaturahmi,’’ jelasnya. (dwi/din/zl)