KULONPROGO – Angkasa Pura (AP) I dan maskapai penerbangan internasional belum selaras. Klaim AP I terkait kesiapan penerbangan internasional mendarat di Yogyakarta Internasional Airport (YIA) di Temon, Kulonprogo, tidak sejalan dengan sikap maskapai penerbangan internasional.

Setelah mengikuti hazard identification risk assessment (HIRA), dua maskapai internasional ”menarik diri”. Dua maskapai itu yakni Silk Air Singapura dan Air Asia Malaysia. Mereka memutuskan untuk menunda penerbangan di YIA.

Direktur Utama PT AP I Faik Fahmi mengatakan, YIA memang merencanakan penerbangan internasional untuk operasional minimum. Bandara sudah siap. Tapi, pihak maskapai internasional yakni Silk Air dan Air Asia menyatakan butuh waktu sekitar delapan minggu.

“Karena YIA sudah siap, maka kami gunakan dulu untuk penerbangan domistik. Sekaligus untuk mengantisipasi angkutan lebaran. Internasional tetap di Bandara Adisutjipto,” katanya usai persemian Masjid Al Akbar di kompleks Bandara YIA Jogja, Kamis (25/4).

Ada perubahan penerbangan dari internasional ke domestik, tak mengubah rencana operasional minimum YIA. Operasional minimum tetap sesuai rencana awal yakni 29 April.

Ada sejumlah target yang mesti kelar. Jumat (26/4) menyelesaikan proses HIRA. Sabtu (27/4) dilakukan joy flight atau pendaratan perdana di YIA. Operasional dijadwalkan 29 April.

“Jumat (26/4) kami selesaikan kegiatan HIRA untuk menguji segala aspek savety dan security. Semua dinilai dan temuan yang ada diselesaikan. Komitmen kami, temuan diselesaikan tanggal 26 (April). Joy flight atau uji coba dengan pesawat Garuda akan dilakukan Sabtu sore (27/4),” jelasnya.

Menurutnya, penerbangan domestik sudah banyak yang berminat menggunakan YIA. Di antaranya, Air Asia Indonesia yang berniat membuka rute baru Jakarta-Kulonprogo. Selain itu, Lion Group juga berminat membuka tiga rute baru yakni Bali-Kulonprogo, Balikpapan-Kulonprogo, dan Batam-Kulonprogo.

“Dengan rute tersebut, nantinya YIA pada operasi minimum akan melayani lima flight dalam sehari,” ujarnya.

Juru Bicara Pembangunan YIA Agus Pandu Purnama menambahkan, mundurnya maskapai penerbangan internasional langsung direspons. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menawarkan kepada maskapai penerbangan domestik. Tawaran itu disambut baik. AP I akhirnya mengubah jadwal dari penerbangan internasional ke domestik.

“Secara prinsip, YIA sudah menyiapkan penerbangan internasional. Namun, maskapai internasional yang merasa belum siap dengan waktu yang singkat ini. HIRA sudah. Permasalahan debu sudah ditangani dengan menyebar tanah lempung dan ditanami rumput, dan itu sudah selesai,” ucapnya.

Rute penerbangan di YIA merupakan rute baru usulan dari maskapai. YIA siap menabah berapa pun slot yang diajukan. Maskapai penerbangan domestik dibebaskan menentukan rute baru ke destinasi yang diinginkan.

“Karena penerbangan internasional belum maka perangkat custom imigration quarantine kami tarik lagi ke Adisutjipto. Penerbangan internasional masih di sana (Adisutjipto),” tegasnya.

Menurutnya, Bandara Adisurjipto saat ini melayani 188 penerangan per hari, dikurangi 6 penerbangan internasional. Khusus operasional awal, YIA menjatah lima flight untuk domestik mulai pukul 06.00 hingga 18.00. “Jadi masih sama. Penerbangan internasional yang direncanakan juga lima flight. Setelah (rencana) digeser ke domestik juga lima flight,” ujarnya.

Presiden Jokowi dijadwalkan ikut dalam joy flight Sabtu (27/4). Tapi, Pandu belum bisa memastikan keikursertaan Presiden dalam penerbangan tersebut.

“Hari ini (kemarin) kami masih berkoordinasi dengan Sekneg untuk rencana pendaratan perdana RI 1 di YIA. Kalau surat kami ke Garuda Indonesia, joy flight akan dilakukan Sabtu (27/4). Secara teknis, Garuda dari Jakarta menuju YIA membawa pejabat yang akan melakukan inspeksi ke bandara,” ucapnya. (tom/amd/fj)