SLEMAN – Musim kemarau di Sleman diprediksi segera tiba. Seperti sebelumnya, beberapa daerah terancam kekeringan. Terutama Kecamatan Prambanan dan Gamping yang rawan kekeringan.

Pada kemarau 2018, beberapa desa di Prambanan meminta droping air dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman. Namun, pada kemarau 2019, ini Pemerintah Kecamatan Prambanan berharap zero droping air di Prambanan.

“Air sudah tidak masalah. Prambanan sudah zero droping karena air melimpah,” kata Camat Prambanan, Rasyid Ratnadi Sosiawan, Kamis (25/4).

Optimisme itu muncul lantaran saat ini di Prambanan telah memiliki tiga Organisasi Pengelolaan Air (OPA). OPA itu berada di desa-desa rawan kekeringan. Seperti Gayamharjo, Wukirharjo, dan Sambirejo.

“Airnya ngambil dari bawah. Maksudnya dari Bokoharjo dan Sumberharjo. Kemudian dinaikkan ke penampungan. Untuk perawatan, ada iuran warga,” kata Rasyid.

Dia memastikan, sumur bor di Umbulsari dalam kondisi baik. Termasuk pompa air dan sistem pipa. “Untuk pipa kami lewatkan di jalan yang tidak dilintasi truk besar,” ujar Rasyid.

Dia juga telah meminta warga membuat bak penampungan air hujan. Bisa digunakan untuk kebutuhan tanaman dan ternak.

Berbeda dengan Camat Prambanan yang optimistis. Camat Gamping, Arief Marwoto tetap melakukan antisipasi kekeringan.

Pihaknya akan memetakan daerah yang berpotensi mengalami kekeringan. “Kami akan memetakan lagi,” kata Arief yang baru tiga bulan menjabat Camat Gamping.

Ambarketawang di daerah pegunungan merupakan daerah rawan kekeringan. Namun, pada akhir tahun 2018, daerah tersebut telah dibangun bak penampungan air.

“Sudah ada penanganan. Yakni dengan membangun tandon air di Ambarketawang sisi selatan. Akan kami pastikan lagi,” kata Arief.

Kabid Kedaruratan dan Logistik, BPBD Sleman, Makwan mengatakan, saat ini hanya Prambanan yang masih rawan kekeringan. Di Gamping tidak ada lagi kekeringan, karena sudah ada jaringan pipa Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).

“Gamping juga sudah ada pengeboran air bersih dan berhasil. Sehingga kebutuhan untuk Balecatur sudah tercukupi,” kata Makwan.

Pihaknya berkonsentrasi untuk mengatasi kekeringan di Prambanan. Terutama di Dusun Kikis yang berada di pegunungan. Sulit dijangkau sistem perpipaan.

Makwan siap menangani kekeringan. Pihaknya menyiapkan 75 tangki air untuk keadaan darurat. “Kalaupun kurang, bisa ditambah lagi di anggaran perubahan,” kata Makwan. (har/iwa/er)