JOGJA – RIOT (Running Is Our Therapy) Indonesia adalah komunitas lari yang dibentuk di Bali.  Hingga saat ini, komunitas ini sudah berkembang di 11  kota. Yakni Bali, Jakarta, Surabaya, Banjarmasin, Lombok, Gorontalo, Palu, Bandung, Solo, Makassar, dan  Jogjakarta.

RIOT memiliki  moto selalu  mengutamakan  rasa kekeluargaan dan kekerabatan. Ke depan komunitas ini akan memiliki running buddies dari latar belakang  pendidikan dan pekerjaan yang beragam.

Captain RIOT Indonesia Chapter Jogjakarta Arif Adi Setiawan menjelaskan, Mandiri Jogja Marathon 2019 adalah kesempatan kedua dari RIOT Indonesia mengikutinya. Peserta dari RIOT naik 140  persen dibandingkan tahun lalu. Jika sebelumnya 55 runners, tahun ini 132 runners dari 9 chapter. Mereka terbagi marathon 17 runners, half marathon (56), 10 KM (40), 5 KM (19).

RIOT Chapter Jogjakarta sebagai tuan rumah dari “Mandiri Jogja Marathon 2019 mengangkat tema “Back to 90s: Reflecting on the Past for a Better Future“. Filosofinya, untuk mencapai masa depan yang baik, kita harus memiliki akar yang kuat. Harapannya bisa membawa RIOT terus baik dan lebih baik untuk membawa manfaat dan dampak positif  di semua kalangan. ”Khususnya masyarakat yang mencintai olahraga lari,’’ terangnya.

Rangkaian kegiatan di RIOT Jogjakarta meliputi TaperRUN adalah kegiatan ucapan selamat datang pada seluruh runners. Kegiatan ini dilaksanakan Sabtu ( 27/9) pukul 05.30 (terbuka untuk UMUM). Kedua, gathering di Satoria Hotel Pukul 13.00 WIB dengan 90’s Style Event.  Ketiga, race day adalah di Candi Prambanan. Marathon start 04.45, Half Marathon 05.00, 10 KM 06.30, dan 5KM 06.45. ”Informasi selengkapnya di Instagram @riot.indonesia,’’ paparnya. (*/din/by)