MAGELANG – Hanya menjadi juara harapan dalam ajang Penghargaan Kreativitas dan Inovasi Masyarakat (Krenova)  Jawa Tengah 2018, karya Bagiyanto Parji dan Guntur Hariyono antarkan Kota Magelang raih Indonesia Innovation Award (IIA) 2019. Penghargaan  kategori khusus inovasi pemerintah daerah ini diterima langsung Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito dalam malam penghargaan IIA 2019 di Grand Ballroom The Fairmont Hotel, Jakarta, Kamis (25/4) malam. Inovasi yang dilakukan Pemkot Magelang dalam mencari solusi tantangan dan persaingan pasar global berbuah penghargaan yang diinisiasi Asosiasi Pengusaha Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional (Aptiknas).

Terhadap raihan ini, Sigit Widyonindito mengaku bangga. Menurutnya, prestasi ini tidak lepas dari peran aktif masyarakat (inovator) serta Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kota Magelang dalam melakukan pendampingan kepada masyarakat melalui ajang Krenova.

“Penghargaan ini untuk masyarakat yang telah menyumbangan ide dan pemikiran demi kemajuan Kota Magelang, utamanya dalam menghadapi pasar global. Juga dengan adanya pendampingan dan motivasi dari pemkot untuk menumbuhkan inovasi-inovasi baru masyarakat,” kata Sigit kemarin.

Ia meminta agar kretativitas dan inovasi masyarakat Kota Sejuta Bunga ini bisa tumbuh subur, untuk mendukung program pemerintah mensejahterakan masyarakat. Apalagi dengan kondisi Kota Magelang yang minim sumber daya alam (SDA), maka perlu banyak inovasi dalam mengembangkan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten dan berdaya guna. “Perlu inovasi masyarakat untuk mengangkat kota ini sehingga punya daya saing yang tinggi,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Balitbang Kota Magelang Arif Barata Sakti menambahkan pemkot menerima penghargaan berkat inovasi Magic Grill (alat pemanggang otomatis) karya warga Gelangan dan Potrobangsan. Sebagai salah satu pemenang harapan Krenova 2018, maka pada tahun berikutnya karya ini lolos sebagai salah satu karya yang difasilitasi Kemenristek Dikti melalui skema Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (PPBT).

Pemkot Magelang tengah berupaya agar karya ini menjadi usaha inovatif yang diharapkan dapat berkembang pada masa yang akan datang. “Penguatan karya ini dilakukan dengan mendirikan perusahaan yang dilabeli Utama Karya Mandiri,” tuturnya.

Untuk mendapatkan penghargaan itu, Kota Magelang harus melewati seleksi dari tim penilai yang melibatkan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti), Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) dan majalah Biskom. Alat panggang otomatis itu dapat memudahkan proses pembakaran, tidak seperti alat panggang manual.

Melalui alat itu tetap menghasilkan produk yang nikmat karena bahan bakar arang. “Magic Grill mampu menyesuaikan tren pasar karena teknologi yang diterapkan bersifat fleksibel terhadap makanan yang akan dipanggang,” tandas Arif. (dem/laz/zl)