KULONPROGO – Keberadaan Yogyakarta International Airport (YIA) memiliki banyak arti penting. Tak hanya untuk penerbangan. Bandara di wilayah Temon, Kulonprogo, itu juga penting untuk pelaksanaan haji.

Pemkab Kulonprogo terus melanjutkan rencana pendirian embarkasi haji. Lokasinya di dekat bandara. Bahkan, rencananya terkoneksi dengan kantor imigrasi.

“Sekarang masih fokus menentukan lokasinya,” ujar Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo, Jumat (26/4).

Setelah diputuskan secara riil, lanjut Hasto, Pemkab Kulonprogo bersinergi dengan Pemprov DIJ untuk menyiapkan semuanya. “Tanah yang dicadangkan juga akan dipakai Kementerian Hukum dan HAM sebagai kantor imigrasi. Sehingga satu koneksi dengan embarkasi,” tambahnya.

Imigrasi dan embarkasi merupakan dua hal penting. Meskipun untuk perjalanan umrah, penerbangan internasional tidak mengharuskan adanya kantor imigrasi. “Bisa berangkat dari YIA-Jeddah dengan penerbangan langsung,” ujarnya.

Terkait kesiapan sektor pariwisata, Hasto mengungkapkan, salah satu penunjang sektor pariwisata yakni akses jalan. Sejauh ini progres program Bedah Menoreh yang menghubungkan YIA dengan Borobudur berjalan bagus.

Hasil rapat dengan Kementerian PUPR di Semarang beberapa waktu lalu khusus membahas Bedah Menoreh. Secara detail terus dipantau kemajuannya. Pemkab Kulonprogo dari waktu ke waktu terus memikirkan perkembangannya.

“Tahun ini kami akan membuat badan jalan dan pembebasan lahan dengan APBD. Saya optimistis pada 2022 sudah ada wajah baru dari Bedah Menoreh. Tentunya juga dengan dukungan pemerintah pusat,” ungkapnya.

Jalur jalan Bedah Menoreh akan merakit destinasi wisata potensial di sepanjang Bukit Menoreh. Mulai Kokap, Girimulyo, dan Samigaluh. Ada banyak sekali destinasi wisata alam unggulan.

Pemkab Kulonprogo juga sudah mendandatangani nota kesepahaman atau memorandum of understading (MoU) dengan salah satu perusahaan internasional yang berpusat di Hongkong. Sepakat mengembangkan heritage berupa Taman Kerajaan Nusantara.

“Sudah dibuat, dipresentasikan di kementerian dan sudah ditangkap oleh perusahan internasional. Sekitar seminggu yang lalu MoU ditandatangi untuk memulai pengembangan Taman Kerajaan Nusantara,” ujarnya.

Tenaga kerja lokal untuk bekerja di YIA juga menjadi perhatian Pemkab Kulonprogo. Hasto menegaskan, urusan tenaga kerja sudah terstruktur dengan baik. Angkasa Pura I memberikan dukungan dengan langsung menjadi penanggung jawab.

“Seleksinya, sebagian dari kami termasuk training-nya. Komunikasi intensif terus dilakukan karena AP I juga menginginkan 80 persen tenaga kerja dari Kulonprogo,” tegasnya.

Sementara itu, Project Manager Pembangunan YIA Taochid Purnama Hadi menyatakan, sukses pembangunan YIA tidak ada artinya jika tidak ada dukungan dari semua pihak. Terutama dukungan sarana transportasi. Dukungan tak hanya dari pemerintah pusat. Pemkab Kulonprogo dan Pemprov DIJ juga wajib mendukung akses jalan untuk moda transportasi pendukung.

“Pada prinsipnya semua moda transportasi pendukung dibutuhkan. Terkait ini, PT KAI sudah menyiapkan rute. Bahkan, sudah dicoba langsung oleh menteri perhubungan beberapa waktu lalu,” jelasnya.

KAI telah menyiapkan rute-rute tertentu. Rangkaian kereta api dijadwalkan berhenti di Stasiun Wojo di Purworejo dan Stasiun Wates di Kulonprogo. Sedikitnya ada lima jurusan kereta api yang akan berhenti di dua stasiun itu.

Pengoperasian di bawah kendali KAI Daop 6 Jogjakarta. “Jadwal kereta api disesuaikan dengan waktu dan jarak tempuh juga sudah di uji coba,” ucapnya.

Semua diuji dan dihitung berdasarkan jarak tempuh dan waktu. Keberangkatan kereta api juga disesuaikan dengan jam keberangkatan pesawat. Paling tidak, tiga jam sebelum penerbangan, kereta api sudah merapat di Stasiun Wojo. ”Para penumpang dapat menggunakan taksi shuttle yang disediakan menuju bandara untuk mengurus check-in, boarding pass, dan sebagai sesuai dengan tahapan,” ujar Taochid.

Di bagian lain, berdasarkan pantauan Radar Jogja, fasilitas terminal penumpang YIA sudah lengkap terpasang. Di antaranya, 300 kursi di ruang tunggu penumpang, toilet check 1, toilet khusus difabel, SCP 1, boarding lounge 1, ruang menyusui, ruang tunggu difabel, musala di lantai 1 dan lantai 2, arena bermain anak, dan VIP lounge. Beberapa tenan juga mulai memajang produk. (tom/amd/yog/fj)