GUNUNGKIDUL – Aktivitas di gedung DPRD Gunungkidul berangsur kembali normal. Jumat (26/4) atau sembilan hari pascacoblosan sebagian wakil rakyat tampak mulai kembali ngantor. Kendati begitu, kegiatan wakil rakyat di gedung parlemen masih belum maksimal. Itu terlihat dengan molornya rapat paripurna (rapur).

Rapur penyampaian pandangan umum fraksi terhadap tiga raperda inisiatif bupati baru dimulai pukul 10.00 atau molor hingga satu jam. Lantaran jumlah anggota dewan yang masuk ke ruang rapur dapat dihitung dengan jari.

”Teman-teman akhirnya datang kok. Bahkan, caleg incumbent yang suaranya belum aman juga hadir,” jelas Anggota Fraksi Partai Golkar Ery Agustin.

Ada segudang tugas yang menanti anggota dewan pada triwulan dua. Selain membahas tiga raperda, DPRD Gunungkidul harus segera menyelesaikan pembahasan laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPJ) bupati Tahun Anggaran 2018.

Wakil Ketua DPRD Gunungkidul Supriyadi mengingatkan, rangkaian tugas kedewanan itu harus segera diselesaikan. Pembahasan LKPJ, contohnya.

”Kalau molor bisa berdampak pada pembahasan APBD 2020,” ingatnya.

Apalagi, kata Supri, pembahasan LKPJ sudah molor. Menyusul pelaksanaan Pemilu 2019. Tidak sedikit anggota dewan yang lebih memilih fokus kampanye dibanding menyelesaikan pembahasan LPKJ.

”Dokumen LKPJ sudah kami terima akhir Maret,” ujarnya.

Kendati begitu, Ketua DPRD Gunungkidul Demas Kursiswanto optimistis pembahasan LKPJ selesai secepatnya. Toh, konsentrasi anggota dewan tak lagi terpecah dengan pemilu.

”Pembahasan (LKPJ) bisa selesai pekan depan,” katanya. (gun/zam/zl)