SLEMAN – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sleman hari ini melaksanakan pemungutan suara lanjutan (PSL) di 15 tempat pemungutan suara (TPS). Lokasinya tersebar di Kecamatan Depok dan Kalasan.

Namun, dalam PSL itu dihantui dengan penurunan partisipasi pemilih. Sebab, tingkat partisipasi pemilih pada pemungutan suara ulang (PSU) juga menurun.

”PSU Kamis lalu (24/4), di TPS 52 Caturtunggal turun dari waktu hari H sebanyak 87,8 persen. PSU turun jadi 77,1 persen,” kata Kordiv SDM dan Partisipasi Masyarakat KPU Sleman Indah Sri Wahyuni, Jumat (26/4).

Penurunan itu karena pelaksanaan PSU pada hari kerja. Banyak pemilih yang tidak sempat untuk kembali menyalurkan hak pilihnya.

Nah, untuk PSL kami harapkan mereka bisa memilih,” ujar Indah.

Namun, Indah mengakui masih ada kendala dalam hal memberikan undangan untuk mencoblos atau C6 untuk para pemilih PSL. Sebab, kebanyakan mereka yang ikut PSL adalah pemegang formulir A5.

Oleh karenanya, Indah mengaku kesulitan untuk melacak tempat tinggal para pemegang A5 tersebut. Sebab, di formulir A5 tidak tertera alamat tinggal maupun nomer telepon.

”Tapi kemarin ada petugas TPS yang mencatat nomer salah satu pemegang A5. Mereka juga ada grup WhatsApp, kami juga sudah membuat pengumuman di desa yang digunakan untuk PSL,” bebernya.

Ketua KPU Sleman Trapsi Haryadi menjelaskan, TPS yang melaksanakan PSL adalah TPS 7, 34, 35, 65, 67, 116. Semuanya di Caturtunggal, Depok. Kemudian Desa Maguwoharjo di TPS 43, 10, 18, 116, 120, 62, TPS 15. Di Desa Condongcatur ada di TPS 18 dan TPS 95. Lalu di Kalasan ada di TPS 25 dan TPS 28. Keduanya di Tirtomartani.

“Total TPS nya ada 17, namun digelar di 15 TPS. TPS 15 dan 62 Maguwoharjo digabung dilaksanakan di TPS 62. Sedangkan TPS 95 dan 18 Condongcatur digabung dilaksanakan di TPS 18,” ujar Trapsi.

Lebih lanjut, dia mengatakan, pelaksanaan PSL dimulai sejak pukul 07.00 WIB hingga pukul 13.00 WIB. “Logistik kami mengajukan permohonan ke KPU RI melalui KPU DIJ, hari ini (kemarin, red) tinggal meluncur ke TPS,” ujarnya.

Sebelumnya, PSL dilakukan setelah mendapat rekomendasi dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sleman. Alasannya, adanya pemilih yang masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT), daftar pemilih tambahan (DPTb), dan daftar pemilih khusus (DPK) yang sudah datang mendaftarkan diri ke TPS dan namanya tercatat di formulir C7. Namun, hingga pukul satu siang kehabisan surat suara sehingga tidak bisa mencoblos.

“Prinsip yang kami ikuti adalah bagaimana menjaga dan menyelamatkan hak pilih, bagi mereka yang sudah terdaftar dalam Formulir C7 namun tidak mendapatkan surat suara karena kurang,” kata Kordiv Hukum, Data dan Informasi Bawaslu Sleman Arjuna al Ichsan Siregar.

“Jadi yang punya A5 tapi namanya tidak ada di C7 tidak bisa mencoblos. Yang bisa mencoblos hanya yang namanya ada di C7,” tegasnya. (har/zam/by)