SLEMAN – Proses rekapitulasi suara masih berjalan di tingkat kecamatan. Namun, partai- partai politik sudah bisa meraba-raba berapa perolehan kursi yang akan didapatkan.

Dalam pemilihan umum (Pemilu) 2019 ini banyak muka baru yang diprediksi akan bermunculan. Salah satu pemicunya mereka sudah turun ke masyarakat tak kurang dari satu tahun untuk sosialisi ke masyarakat.

Salah satu muka baru dari Partai Amanat Nasional (PAN) yaitu Raudi Akmal berhasil mengumpulkan 11.170 suara. Bahkan timnya mengklaim bisa mencapai target 11.200 suara. “Memang ini dari kerja keras tim selama kurang lebih satu tahun,” kata Raudi saat ditemui di Rumah Pemenangan Raudi Akmal Dusun Jaban, Tridadi, Sleman, Jumat (26/4).

Raihan suara Raudi unggul sangat jauh dari sang petahana yang juga bernaung di bendera partai yang sama, Aris Suranto. Dari bocoran yang dia terima Aris mendapatkan suara sekitar 7.500. “Dengan model hitung sekarang, masih ada harapan untuk dua kursi di daerah pemilihan (Dapil 1),” ujarnya.

Kemenagan Raudi juga karena dia menggerakkan timnya di sekitar 515 TPS yang ada di Dapil 1 (Sleman, Tempel, Turi). Masing-masing TPS ada dua kader. “Tim ini saya bentuk sendiri. Karena dukungan partai ke Mas Aris,” ungkapnya.

Tim yang dibentuk Raudi juga merupakan orang-orang pilihan. Mereka juga kenyang akan dunia politik. Sebut saja Gigih Widjaja yang merupakan Manager Program Tim Pemenangan Raudi Akmal. Dia dulunya kader PDIP.

Dalam sejarahnya Gigih juga pernah sukses memenangkan Irawan di Pilkades Triharjo. Dari 95 persen partisipasi, Irawan menang mutlak 97 persen.

Selain tim yang solid, dia juga mencoba merangkul swing voters. Dimana potensi swing voters ini yang didominasi anak muda sangat besar untuk menjadi lumbung suara. “Sebanyak 30 persen pemuda itu yang kami dekati, lalu kami coba untuk merangkul generasi sebelumnya,” kata caleg yang baru berusia 23 tahun itu.

Muka baru di kursi dewan juga didapatkan oleh Gani Sadat. Kader PDI Perjuangan asal Dapil 2 (Pakem, Cangkringan, dan Ngaglik). Dari perhitungan internal yang dia lakukan perolehan suaranya juga dua kali lipat dari petahana. Gani mendapat 8.374 suara. Sedangkan Timbul Saptowo mendapat 4.651 suara.

Bahkan petahana lain di kubu PDIP Dwi Yoga Mashinta hanya mendapat 2.876 suara di bawah B Ari Murti yang mendapat 3.247 suara.  “Ya hasilnya seperti apa harus disyukuri, karena ini berkat kerja keras sejak satu tahun belakangan ini,” kata Gani.

Keberhasilan Gani, selain karena sering turun ke masyarakat, juga karena dia menggandeng tokoh masyarakat yang memiliki pengaruh. “Setiap dusun itu saya punya kader, ada yang tiga bahkan empat. Itu saya ambil dari tokoh masyarakat,” bebernya.

Gani mengakui di Dapil 2 berisi caleg-caleg petarung. Dia memrediksi dengan hasil sementara ini, PDIP mendapatkan dua kursi di Dapil 2. “Untuk dapat tiga berat, karena melihat kuga perolehan partai besar seperti PAN, Gerindra, Golkar dan PKS, mereka pasti aman di satu kursi,” kata politisi asal Cangkringan itu. (har/din)