SLEMAN – Satnarkoba Polres Sleman menggagalkan peredaran sabu seberat 12,5 gram yang akan diedarkan di DIJ. Sabu tersebut terbagi dalam 16 paket kecil.

Dua tersangka yang diamankan, MDP, 20; dan YA, 28. Keduanya sama-sama berasal dari Surakarta, Jawa Tengah.

KBO Sat Narkoba Polres Sleman, Ipda Farid M. Nur mengatakan, kedua pelaku merupakan pengedar. Keduanya terlibat jaringan narkoba di Surakarta. “Mereka adalah teman dan sama-sama mengedarkan,” kata Farid di Mapolres Sleman, Jumat (26/4).

Kedua tersangka ditangkap kemarin malam. Pihaknya masih akan mendalami dan mengembangkan kasus tersebut. “Karena bisa dimungkinkan jumlahnya (sabu) bertambah,” kata Farid.

Dari tangan pelaku, diamankan barang bukti sabu 12,5 gram yang dibungkus dalam paket kecil. Jumlahnya 16 paket. “Kalau terbukti mengedarkan, ancaman hukumannya berat,” kata Farid.

Sabu siap edar itu merupakan sabu kualitas baik. Farid menjelaskan, sabu dengan kualitas baik terlihat dari warnanya yang bening.

Bukan hanya menangkap pengedar sabu, pihaknya mengamankan tiga pengedar pil trihexypenidhyl. Atau yang biasa disebut pil sapi. Jumlahnya 13.000 butir dari tiga orang tersangka. “Tiga orang itu beda jaringan,” kata Farid.

Salah seorang tersangka, kata Farid, berinisial MRA, 26, warga Tempel. Awalnya, petugas menemukan tujuh paket pil sapi dari MRA. Masing-masing paket berisi 10 butir pil. “Setelah dikembangkan dapat lagi 13 ribu butir dan satu tersangka lagi,” jelasnya.

MRA mendapatkan pil sapi dengan memesan dari Bekasi, Jawa Barat. Dari sana, pil sapi dikirim lewat jasa pengiriman. “Jadi, saat diamankan, pil sapi masih di dalam wadah, masing-masing berisi seribu butir,” jelasnya.

Sedangkan tersangka ketiga, adalah RS, 34, warga Mlati. Dari tangannya petugas mengamankan 400 pil sapi yang masih terbungkus plastik.

Sasaran peredaran narkoba ini, kata Farid, masih pada remaja usia sekolah. Sebab, pada usia itulah narkoba paling mudah diedarkan. “Kalau dari penuturan semua tersangka baru sekali ini, tapi saya kira tidak hanya sekali,” katanya.

Kabid Humas Polda DIJ, AKBP Yuliyanto mengatakan, paket sabu yang diamankan tergolong banyak. Sebab, dari satu paket itu rata-rata dipakai tiga orang, maka 16 paket itu bisa dipakai 48 orang.

Alhamdulillah peredaran paket jahanam itu bisa digagalkan,” ungkapnya. (har/iwa/rg)