MAGELANG- Uji kompetensi menjadi syarat wajib yang harus diikuti seluruh mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang (Polbangtan YoMa). Hal itu guna mengukur kemampuan tiap mahasiswa dalam mempraktikkan teori yang diterima di kelas. Agar setelah lulus kuliah mereka siap mengaplikasikan seluruh ilmu yang diperoleh saat kerja lapangan.

Nah, mendekati bulan Ramadan 2019 mahasiswa jurusan peternakan melaksanakan ujian praktik selama seminggu. Untuk beberapa mata kuliah sekaligus. Ini sebagai tolok ukur kompetensi.

Nur Prabewi SPt MP, salah seorang dosen Polbangtan YoMa, mengatakan, sejak bertransformasi menjadi Polbangtan (dulunya Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian/STPP) metode pembelajaran yang diterapkan mengaplikasikan sistem teaching factory. Artinya, praktik lapangan mendapat porsi lebih besar dibanding teori. Dengan perbandingan 70 persen praktik dan 30 persen teori.

“Ujian praktik ini untuk mengukur kompetensi mahasiswa selama kuliah 1 semester. Dengan metode teaching factory kemampuan mahasiswa dalam praktik lapangan akan lebih maksimal, bahkan meningkat,” jelas dosen mata kuliah produksi ternak unggas dan aneka ternak itu. (*/yog/ila)