JOGJA – Urung diresmikannya YIA hari ini bisa jadi karena minimnya sarana pendukung bandara internasional itu. Salah satunya kantor polisi khusus bandara. Mengingat besarnya area YIA. Yang diproyeksikan mampu menampung 14 juta penumpang per tahun. Apalagi untuk penerbangan internasional. Sehingga membutuhkan kehadiran personel keamanan, selain petugas internal bandara. Dalam hal ini polisi.

Kabid Humas Polda DIJ AKBP Yuliyanto menyatakan telah mengkaji pentingnya keberadaan polsek khusus bandara di YIA. “Seperti di Ngurah Rai, Bali. Di Bandara Soekarno Hatta malah polres,” ujarnya Minggu (28/4).

Menurut Yuliyanto, YIA secara kewilayahan memenuhi syarat untuk di-cover polsek kawasan. Meski lokasi bandara masuk wilayah hukum Polsek Temon.

Perwira menengah dua melati ini menjabarkan beragam potensi bahaya di bandara. Salah satunya peredaran narkotika jaringan interasional. Berkaca pada kasus penyelundupan sabu yang kerap terjadi di Bandara International Adisutjipto Jogjakarta.

Kasus lain yang harus diantisipasi adalah human trafficking dan penyelundupan barang ilegal.

Yuliyanto menegaskan, keberadaan bandara internasional tidak hanya menguntungkan bagi masyarakat maupun pemerintah daerah. Tapi sekaligus bisa menjadi gerbang utama tindak kriminalitas. “Tantangan bandara internasional lebih kompleks,” katanya.

Yuliyanto memastikan tak ada kendala terkait kebutuhan personel untuk polsek bandara. Nantinya akan diisi anggota dari polres maupun polda. Sementara soal infrastuktur (mapolsek) masih dalam tahap koordinasi dengan PT Angkasa Pura I. (dwi/yog/rg)