MUNGKID – Pawai Taaruf mewarnai pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) dan Musabaqah Hifdzil Quran (MHQ) tingkat Kabupaten Magelang, kemarin. Kegiatan yang dibuka Wakil Bupati Magelang Edy Cahyana di Pondok Pesantren (Ponpes) Modern Pabelan, Mungkid ini ingin lebih bergaung gemanya. Panitia sengaja meminta kendaraan yang mengangkut kafilah peserta MTQ dan MHQ dihias semenarik mungkin serta berisi tulisan tentang syiar Islam.

“Mobil hias itu kemudian kami kelilingkan untuk pawai. Harapannya pawai taaruf ini juga bisa dapat menggugah seluruh masyarakat di dalam dunia pendidikan, baik formal maupun nonformal,” kata Ketua Panitia Fauzi Nur Hadi kemarin.

Adanya pawai taaruf ini membuat para peserta diminta untuk berkumpul terlebih dahulu di Lapangan drh Soepardi, Kota Mungkid. Kemudian setelah dilepas Wabup Edy Cahyana didampingi  Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Magelang Mad Sabitul Wafa dan lainnya, menuju ke Ponpes Pabelan. Mereka menyusuri jalan protokol Candi Mendut, Ngrajeg, dan Pabelan.

“Semoga dengan pawai taaruf ini kita syiarkan generasi Qurani berprestasi dan cinta NKRI,” tutur Edy. Dalam pawai ta’aruf itu para peserta memainkan musik rebana menambah semarak suasana. Sepanjang perjalanan, masyarakat juga berdiri di pinggir jalan menyambut rombongan. Bahkan beberapa kelompok masyarakat ikut pawai dengan mobil hias di belakang rombongan.

“Peserta pawai taaruf ada yang dari peserta MTQ dan MHQ dari 21 kecamatan di Kabupaten Magelang. Tetapi beberapa kelompok masyarakat juga ikut pawai. Ya juga dengan mobil hias, sebagai penggembira,” ungkap Mad Sabitul Wafa.

Wafa menjelaskan, berbeda dari tahun sebelumnya, lomba kali ini hanya akan digelar selama satu hari dengan 18 majelis. Para peserta yang merupakan perwakilan dari 21 kecamatan itu, jumlahnya mencapai 700 orang. Baik untuk kategori MTQ dan MHQ, maupun Seleksi Tilawatil Quran (STQ)

“Pelaksanaan MTQ dipusatkan di Pabelan dalam rangka membumikan Alquran dan Insya Allah masyarakat akan ikut mengayubagyo acara ini,” ujarnya.

Menurut Wafa, MTQ merupakan salah satu pembentukan karakter generasi penerus mendatang. Dengan pemahaman dan memahami serta mengamalkan Alquran, membentuk jiwa dan kepribadian para pelajar semua.

“Puncak dari lomba ini bukan hanya kejuaraannya.  Namun juga menumbuhkan semangat untuk memupuk diri dan mendalami apa yang ada terkandung dalam Alquran itu sendiri,” tegasnya. (dem/laz/zl)