SLEMAN – KH Miftah Maulana Habiburrahman atau yang kerap disapa Gus Miftah melaksanakan nazarnya setelah selesainya coblosan Pemilu 2019. Dengan menyembelih dua ekor sapi di halaman Ponpes Ora Aji, Tundan, Purwomartani, Kalasan, Sabtu (27/4).

Bukannya sudah pede calon Presiden pilihannya akan memenangi Pilpres 2019. Tapi dia punya alasan sendiri, “Kalau yang namanya nazar itu paling bagus disegerakan, jangan ditunda-tunda. Sengaja pelaksanaannya dipercepat tanpa menunggu real count dari KPU, karena saya harus bertolak ke Korea Selatan untuk memenuhi undangan di sana.”

Rencananya, daging sapi yang total beratnya lebih dari 500 kilogram tersebut akan dibagikan kepada 600 warga. Baik untuk para santri pondok maupun warga sekitar.

Saat ditemui, ulama muda nyentrik ini menjelaskan makna dibalik dua ekor sapi yang dia sembelih. Bukan karena nomor dua, ataupun pilihan capresnya ada dua. Melainkan makna utama dari dua kalimat syahadat. Yaitu, ‘Saya bersaksi bahwa tiada Illah selain Allah dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah Rasul (utusan) Allah.

”Juga merupakan wujud syukur kami, semoga dengan niat karena Allah, apa yang dilakukan hari ini sebagai tolak bala untuk bangsa Indonesia saat ini dan masa yang akan datang. Untuk dua periode juga,” candanya.

Pemilu itu, jelas dia, hanya sebagai bagian dari rangkaian proses demokrasi. Siapapun yang terpilih sudah ditakdirkan oleh Allah di Lauhul Mahfudz. Jadi kenapa harus diributkan.

“Mari ditunggu, nggak usah nggege mongso uforia secara berlebihan, toh pada akhirnya yang benar akan kelihatan benar dan yang jelek kelihatan jelek,” ujarnya.

Ayah dari Atqy dan Mecca itu juga mengingatkan peran Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS). Tugas mereka sudah sangat berat, bahkan ada banyak dari mereka yang meninggal dunia. Hargai pejuang demoklrasi ini.

Bagi pria penyuka degan ini, menghargai sekaligus memberi kesempatan KPPS bekerja merupakan proses demokrasi yang harus dilakukan. “Bahkan mereka sampai kehilangan nyawa dengan bayaran yang tidak seberapa. Hargailah mereka paling tidak dengan bersabar. Ya kalau ndak percaya silakan hitung sendiri,” tuturnya disambut tawa. (naf/pra/by)