JOGJA – Tugas berat berada di pundak Pengurus Daerah (Pengda) Persatuan Angkat Besi, Berat dan Binaraga Seluruh Indonesia (PABBSI) DIJ yang baru saja dikukuhkan. Selain dituntut sukses menyelenggarakan Pekan Olahraga Daerah (Porda) DIJ, di bawah kepemimpinan Haris Sutarta, PABBSI DIJ juga ditargetkan memberikan medali di ajang PON Papua 2020.

Ketum KONI DIJ Prof Djoko Pekik Irianto menginstruksikan agar para pengurus baru secepat mungkin mempersiapkan atlet-atletnya untuk bisa tampil dan lolos pada ajang Pra PON. KONI DIJ juga memberikan beban target 1 medali emas di PON XX-2020.

“Untuk bisa mewujudkannya, terlebih dahulu disiapkan atletnya minimal lolos peringkat 3 nasional di ajang Pra PON,” kata Djoko.

Guru Besar Olahraga Fakultas Ilmu Keolahragaan UNY ini juga mengingatkan kewajiban Pengda PABBSI untuk menjadi penyelenggara cabor di Porda DIJ. Di mana penyelenggaraan Porda DIJ hanya tinggal hitungan bulan saja, tepatnya pada Oktober mendatang. “Kami juga ingin Pengda sukses menyelenggaraan Porda yang hanya lima bulan lagi,” katanya.

Sementara itu sebagai Ketua umum Pengda PABBSI DIJ Haris Sutarta menyatakan segera menyiapkan atlet yang ada untuk menghadapi Pra PON. Pengda PABBSI DIJ akan all out untuk bisa meloloskan atletnya ke PON Papua mendatang. “Kami akan semaksimal mungkin mempersiapkan atlet-atlet kami,” tegasnya.

Tidak hanya Pra PON, Pengda PABBSI DIJ menyatakan siap menyukseskan penyelenggaraan Porda DIJ 2019. ”Sebagai anggota KONI DIJ, tentunya kami telah siap menjadi penyelenggara,” jelasnya.

Pengurus PABBSI DIJ periode 2019-2024 resmi dikukuhkan oleh Wakil Ketua PB PABBSI Mayjen (Purn) Marinir Djoko Pramono. Dalam kesempatan terpisah, Djoko meminta kepada kepengurusan Pengda PABBSI DIJ yang baru ini untuk terus meningkatkan pembinaan atletnya. Pasalnya, dalam beberapa tahun terakhir, prestasi DIJ pada tiga sub cabor di PABBSI kurang maksimal.

Peran penting Pengda PABBSI di masing-masing daerah untuk prestasi nasional adalah melakukan pembinaan dan memunculkan atlet potensial bagi Indonesia. ”Semua atlet nasional, asalnya adalah atlet daerah yang berprestasi dan akhirnya mewakili Indonesia,” jelasnya.

Dia pun meminta kepada semua Pengprov, termasuk DIJ untuk bisa membina dan memunculkan atlet-atlet potensial. ”DIJ ini banyak atlet potensinya, tinggal bagaimana pengurus menjaring dan membinanya,” tegasnya. (bhn/laz/by)