BANTUL – Perubahan musim kembali berdampak serius terhadap dunia pertanian di Kabupaten Bantul. Yang paling mencolok, melesetnya target luas tanam. Pada April, contohnya. Petani hanya mampu menanam di atas lahan 2.990 hektare. Padahal, targetnya seluas 3.680 hektare.

Kepala Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan, dan Perikanan (Disperpautkan) Bantul Pulung Haryadi tak menampik bahwa target luas tanam meleset. Kendati begitu, Pulung optimistis melesetnya target itu bisa dikejar pada bulan Mei.

”Tambah sekitar 400 hektare pada Mei,” jelas Pulung Minggu(28/4).

Menurutnya, pengaruh musim tidak hanya terjadi kali ini. Dunia pertanian di Bumi Projotamansari hampir tiap tahun terdampak pengaruh musim.

”Karena memang pranoto mongso-nya sudah berubah,” ujarnya.

Karena itu, kata Pulung, upaya menambah luas tanam bukan perkara gampang. Terutama di wilayah pertanian tadah hujan. Lantaran suplai air hanya mengandalkan hujan. Petani menghitung betul perubahan musim.

Kondisi ini berbeda dengan area pertanian yang berada di sekitar saluran irigasi.

”Kalau yang ada saluran irigasi tidak masalah,” tambahnya. (cr5/zam/zl)