JOGJA – Digadang-gadang sebagai pusat jual beli barang bekas terbesar di DIJ, Pasar Klitikan Pakuncen kini justru sepi. Tak banyak aktivitas transaksi jual beli di sana. Kondisi itu dikeluhkan pedagang di sana.

Terkait hal itu, Kepala Sesi Pengembangan Pasar Dinas Prindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Jogja Dwi Nanto Sujadmiko menjelaskan, ada beberapa alasan Pasar Klitikan Pakuncen sepi pengunjung. Alasan utama adalah mulai beralihnya daya beli masyarakat ke produk perdagangan online.

Untuk itu, Disperindag Kota Jogja sebenarnya sudah berupaya melakukan antisipasi. Dengan pelatihan dan workshop untuk pedagang pasar tradisional sudah dilakukan. “Tahun kemarin kita sudah melakukan pelatihan juga. Kami melatih tidak cuma pedagang dari Pasar Klithikan. Namun juga pedagang dari pasar tradisional lain di Jogja”, ungkap Dwi Nanto, Senin (29/4)

Kerjasama dengan Dinas Kominfo juga dlakukan dari Disperindag Kota Jogja untuk antisipasi hal ini. Pembuatan website pasar juga dilakukan untuk informasi kepada masyarakat. Kurang lebih ada 80 pedagang yang mengikuti kegiatan ini.

Penyebab lainnya, jelas dia, karena harga pasar yang kalah bersaing. Juga kemasan yang kurang menarik sebagai alasan berkurangnya pengunjung. “Dari harga ada persaingan dengan toko online. Jika di (toko) online dengan harga yang sama sudah sampai rumah”, tambah Dwi Nanto.

Dwi Nanto mengakui kurangnya kegiatan promosi juga sebagai sebab berkurangnya pengunjung. “Kalau dulu ada promosi berhadiah, namun beberapa tahun ini promosi di tiadakan. Ya itu sangat berpengaruh juga”, ucapnya.

Sebelumnya komunitas pedagang pasar klitikan (Kompak) sudah berupaya menarik minat pengunjung untuk datang. Diantaranya dengan menggelar bursa motor Jogja. Tapi upaya tersebut belum sepenuhnya berhasil. (cr13/pra/er)