JOGJA – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DIJ segera menerapkan tahapan promosi dan degradasi kepada atlet peserta Pemusatan Latihan Daerah (Puslatda) Pra PON. Penerapan tersebut akan dilakukan melalui hasil evaluasi hingga dikeluarkan surat keputusan (SK) pada Mei mendatang.

Ketua Umum KONI DIJ Prof Djoko Pekik Irianto menjelaskan, tahapan promosi-degradasi atlet Puslatda sebagai bentuk evaluasi. Awalnya, tahapan promosi-degradasi dilakukan April. Namun, dikarenakan data belum lengkap keputusan akan dilakukan bulan depan. “Namanya promosi-degradasi, hanya akan ada pergantian atlet saja, kalau jumlah atletnya tetap 162 orang,” jelas Djoko, Senin (29/4).

Parameter promosi-degradasi merupakan hasil prestasi yang ditorehkan selama mengikuti program. Baik hasil yang didapat saat mengikuti kejuaraan level nasional, atau hasil evaluasi latihan yang dilakukan bersama tim pelatih selama ini.

Dari seluruh cabang olahraga yang tergabung dalam program Puslatda, KONI DIJ tengah melakukan finalisasi pembahasan terhadap tiga cabor terakhir, yakni bola voli indoor, panahan, dan woodball.

Sedangkan untuk woodbal, jelas Djoko pihaknya masih melakukan evaluasi hasil saat tampil di Kejurnas. Sedangkan di cabor panahan, akan dilakukan pemetaan data prestasi atlet disebabkan adanya permintaan penambahan atlet.

Untuk promosi atlet, KONI DIJ sudah mengantongi satu nama dari cabor tarung derajat. “Atlet itu yang masuk peringkat lima PON Jawa Barat silam,” jelas Djoko. (bhn/din/by)