SLEMAN – Kontingen  Binaraga DIJ sudah melakukan pemusatan latihan daerah (Puslatda) sejak beberapa bulan terakhir. Terdekat mereka akan menghadapi ajang Pra-PON di Jawa Barat pada Agustus mendatang. Namun, DIJ hanya akan menurunkan dua atlet pada ajang tersebut.

Dua atlet yang akan diturunkan adalah Bambang Sujatmoko dan Nur Ikhsan. Bambang akan turun di kelas 60 kg. Sementara Ikhsan akan berlomba di kelas 85 kg.

Mengenai jumlah atlet yang sangat terbatas ini, Seno Ariwibowo selaku pelatih tim binaraga DIJ menjelaskan problemnya. Menurutnya, saat ini jumlah atlet binaraga DIJ sangat banyak. Namun, untuk berlaga di ajang level nasional seperti Pra-PON ataupun PON, kualitas mereka masih harus ditingkatkan lagi. “Kalau hanya untuk kejurnas mungkin bisa. Tetapi untuk main di Pra-PON ataupun PON hanya dua ini,” ujar Seno kepada Radar Jogja, Senin (29/4).

Kendati hanya akan mengirimkan dua atlet di ajang Pra-PON mendatang, Seno yakin atlet asuhannya itu mampu menembus tiga besar. Dengan arti, Bambang dan Ikhsan bisa lolos ke ajang PON di Papua tahun depan.

Bambang mengungkapkan sejauh mana persiapannya untuk menghadapi Pra-PON di Jawa Barat mendatang. Saat ini persiapannya sudah 50 persen. Selain berlatih dengan tekun, atlet yang sudah berusia 43 tahun itu juga perlu menurunkan berat badannya hingga lebih dari lima kilo demi memnuhi syarat untuk berlaga di kelas 60 kg. “Sbenatar lagi puasa dan itu sangat membantu,” ujar Bambang.

Tim Binaraga DIJ sama sekali tidak mendapatkan medali di ajang PON 2016 lalu. Dalam ajang yang berlangsung di Jawa Barat itu, Bambang Sujatmoko dan Nur Iksan sama-sama menempati posisi keempat di kelas masing-masing. (cr12/din/by)