JOGJA – Street Furniture berupa sandaran kursi kayu di kawasan semi pedestrian Mallioboro lepas. Tepatnya yang berada di depan Hotel Inna Garuda. Ada yang menyebut sandaran kayu tersebut sengaja diambil karena baut turut hilang. Tapi Unit Pelaksana Teknis (UPT) Malioboro berdalih karena faktor alam.

Versi salah satu pengemudi becak motor, yang biasa menunggu penumpang di sana. Samiyono, hilangnya material itu karena tangan jahil warga yang usil dengan menghilangkan baut kursi, “Kalau kata-kata orang sih mungkin ada yang usil mainin baut sampai lepas,” katanya, Senin (29/4).

Samiyono mengaku tidak tahu pasti kronologi hilangnya salah satu material kursi tersebut. Menurut dia, material yang lepas itu kemudian langsung diamankan oleh UPT Mallioboro.

Ketika dikonfirmasi, Kepala UPT Mallioboro Ekwanto menjelaskan hilangnya material sandaran kursi di kawasan semi pedestrian tersebut bukan hilang atau dicuri. Tapi karena baut lepas dengan sendirinya akibat faktor cuaca. “Itu barang kan pagi, siang  malam selalu ada di sana. Jadi otomatis suka atau tidak suka barang – barang tersebut berhadapan dengan alam, ” jelasnya.

Mantan Lurah Prawirodirjan itu menjelaskan, dengan terus menerus berhadapan dengan cuaca yang tak menentu. Mulai dari panas hingga dingin. Kondisi itu dinilainya dapat mengakibatkan kayunya memuai dan baut menjadi kendor sehingga materialnya lepas. Karena diketahui petugas, material kayu itu langsung diamankan ke UPT Malioboro.

“Material itu kan cukup mahal ya, maka kami amankan ke kantor daripada diambil pemulung, ” tuturnya.

Salah satu anggota Jogoboro, Jiyono menambahkan, lepasnya baut itu diketahui saat patrolinya pada Jumat malam (26/4). Info laporan dari PKL Mallioboro. ” Kami kan 24 jam berjaga di sini, apalagi ada laporan dari PKL kalau ada baut yang lepas, langsung kami amankan materialnya, ” tuturnya.

Ekwanto mengaku kejadian serupa pernah terjadi tiga hingga empat kali pada kursi yang berbeda. Dari catatan Radar Jogja, kasus hilang maupun rusaknya bagian dari street furniture di Malioboro sudah sering terjadi. Mulai dari patok peluru hingga yang paling sering hilang guiding block.

Untuk itu Ekwanto mengimbau pada wisatawan maupun warga Jogja yang berlibur di kawasan semi pedestrian Mallioboro untuk ikut menjaganya. “Kami ada tim khusus Jogoboro yang akan menjaga 24 jam, jadi warga hati-hati,” pesannya. (cr15/pra/fj)