JOGJA – Pahlawan demokrasi tak hanya layak disematkan untuk KPPS, PPS maupun PPK. Personel KPU di tingkat kabupaten dan kota juga memiliki peran penting. Yaitu untuk mengunggah pindaian formulir C-1 atau catatan hasil pemungutan suara di TPS ke web KPU.

Winda Atika Ira Puspita, Jogja

Betah melek. Itulah syarat bagi para petugas di Sistem Informasi Perhitungan Suara (Situng) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Jogja. Tugas mereka adalah mengunggah pindaian formulir C-1 ke website KPU RI di pemilu2019.kpu.go.id.

Sepintas terlihat mudah, karena tinggal memindai form C-1 dari TPS kemudian diunggah. Tapi mereka mendapat kendala. Internet yang lemot. Karena hampir bersamaan seluruh Indonesia mengunggah ke web KPU RI.

Salah satu petugas operator Situng KPU Kota Jogja, Wawan menceritakan, demi menjaga keakuratan data, dia harus menunggu meng-upload formulir C-1 hingga di atas pukul 24.00.

“Karena speed internetnya paling nyaman pada jam itu ” jelasnya di Kantor KPU Kota Jogja, Senin (29/4)  .

Menurut dia, trafic internet paling tinggi saat sore hari. Mulai dari pukul 16.00 sampai pukul 20.00. “Speed-nya lelet banget kalau jam ini,” katanya.

Kesulitan lain yang menghambat dalam pengunggahan formulir C-1, adalah ketergantungan dari tim di lapangan.  Yaitu panitia pemungutan suara (PPS) dan panitia pemungutan kecamatan (PPK). “Pernah kemarin karena harus menunggu pleno di tingkat PPK untuk mengambil C-1 itu. Karena ada beberapa yang sudah terlanjur masuk kotak saat rekapitulasi PPS, ” ceritanya.

Wawan mengaku dalam tugasnya dibantu oleh 18 orang petugas yang bertanggung jawab sebagai PIC di lapangan. Mereka disebar di 14 Kecamatan di Kota Jogja untuk entry data dan pengunggahan data formulir C-1.

Mereka, kata Wawan, merupakan petugas yang sudah direkrut seselektif mungkin. Diantaranya batas maksimal usia 35 tahun, memiliki keahlian dibidang komputer, software, dan internet. Bahkan seleksi yang terpenting mereka ini harus sehat atau bebas dari penyakit. “Kan kita bekerja sampai dini hari jadi harus kuat melek,” jelasnya.

Karena pekerjaan yang berat ini, Wawan kadang memberikan suplemen vitamin kesehatan untuk para petugas. Agar tetap terjaga kesehatannya, ” Ya ada yang sakit tapi cuma pusing dan batuk, ” tuturnya.

Dalam menjalankan tugasnya, petugas yang disebar itu pun dilarang menggunakan atribut KPU. Itu supaya tidak dicurigai oleh para peserta Pemilu. “Paling yang tahu hanya PPS nya saja kalau itu petugas kami, ” tambahnya.

Hal itu juga melihat kondisi saat ini. Ketika banyak yang meragukan kinerja KPU. Menurut dia saat banyak yang mempertanyakan legitimasi Pemilu 2019, unggahan formulir C-1, menjadi sangat penting. Untuk menghindari kesimpangsiuran informasi di ruang publik.

Saat ini pengunggahan formulir C-1 di Kota Jogja, kata Wawan sudah 99 persen. Sisanya tinggal C-1 untuk Pemilu pemilihan Dewan Perwakilan Daerah. “Sebenarnya tinggal nol koma sekian saja, karena tinggal mencari satu berkas yang masih ketlingsut, ” jelasnya. (pra/by)