MUNGKID – Stok komoditas beras di Kabupaten Magelang sangat berlimpah. Yakni 56.697 ton dari kebutuhan 20.487 ton. Sedangkan komoditas yang masih kurang adalah bawang merah. Stok yang ada hanya 128 ton dari kebutuhan 745 ton. Sebaliknya, untuk bawang putih ketersediaannya tidak ada. Padahal, kebutuhannya 472 ton.

Kondisi terungkap dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Terpadu Menyambut Bulan Suci Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri Tahun 2019 M/1440 H, di Ruang Bina Karya, Kompleks Pemkab Magelang, Senin (29/4). Menurut Penjabat (Pj) Sekda Pemkab Magelang Adi Waryanto, yang perlu diwaspadai adalah ketersediaan bawang merah dan bawang putih. Dia meminta peran Bulog untuk bekerjasama dengan para distributor. “Ini termasuk ketersediaan kacang tanah. Meskipun relatif lebih kecil,” jelasnya.

Menurut Adi, secara umum, distribusi atau stok kebutuhan pokok masyarakat masih aman hingga hari raya. Sedangkan yang belum tercukupi perlu mengambil langkah untuk mendatangkan dari daerah lain.”Stok cabai melimpah. Untuk cabai merah tersedia 2.350 ton. Sdangkan kebutuhannya 652 ton. Begitu juga cabai rawit ada 3.616 ton. Padahal, kebutuhannya hanya 710 ton,” tuturnya.

Sedangkan dari potensi peternakan, di Kabupaten Magelang masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan selama Ramadan maupun Idul Fitri. Untuk daging, khususnya sapi potong produksinya kurang lebih 365.802,36 kg. Daging kambing 163.628 kg, domba 223.136 kg, ayam ras pedaging 2.265.243 kg, ayam buras 272.050 kg, itik 22.704 kg, ayam ras petelur 236.544 kg, dan entok 6.832 kg.

Menurutnya, pemkab akan turun ke lapangan untuk melakukan pemantauan harga kebutuhan penting bersama tim Satgas Pangan ke gudang barang kebutuhan pokok dan pasar tradisional. Selain itu juga akan digelar pemantauan bahan berbahaya, kadaluarsa ke supermarket dan pasar-pasar tradisional.

Wakil Bupati Magelang Edy Cahyana berharap kehadiran Ramadan dan Idul Fitri perlu disiapkan sebaik mungkin. Langkah-langkah persiapan pelayanan kepada masyarakat harus lebih ekstra dari hari-hari biasanya secara terkoodinasi, terukur, data riil dan terpublikasi. Ini agar aktivitas masyarakat berjalan lancar. “Berbagai permasalahan harus diminimalisasi dampak yang dapat mengganggu ketentraman masyarakat dan stabilitas wilayah,” ujar Edy.

Menurut Edy, terkait dengan pokok permasalahan tersebut, yang perlu diperhatikan antara lain meliputi, ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat, stok uang tunai di bank maupun ATM, keselamatan dan kelancaran lalu lintas yang berkaitan dengan sarana angkutan mudik, infrastruktur, transportasi beserta kelengkapannya, dengan dukukngan BBM yang memadahi, keamanan dan ketertiban lingkungan masyarakat, dan masalah sosial dan bencana alam.

Ditegaskannya, masih ada hal-hal yang perlu mendapat perhatian. Yaitu perlunya pemasangan rambu-rambu, lampu penerangan dan pengamanan di ruas-ruas jalur alternatif. Selain itu, pengawasan terhadap produk pangan juga harus menjadi perhatian penting. Karena masih banyak ditemukan pangan yang rusak, kedaluarsa, berbahaya dan tidak berlabel. “Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) juga harus senantiasa berkoordinasi dan waspada agar ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat cukup dan aman,” tandas Edy. (dem/din/er)