GUNUNGKIDUL – Tingginya angka pengangguran masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi pemkab. Lantaran peluang kerja tak sebanding dengan jumlah angkatan kerja. Itu diperparah dengan rendahnya keterampilan dan keahlian para pencari kerja (pencaker) usia produktif.

”Sehingga kami ingin membekali masyarakat dengan keterampilan agar mereka punya kemampuan di dunia kerja,” jelas Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnakertrans) Gunungkidul Purnamajaya saat dihubungi, Rabu (1/5).

Ya, disnakertrans tahun ini menggulirkan program Mobile Training Unit (MTU). Praktiknya, dinas memberikan pelatihan keterampilan kerja. Sasarannya, angkatan kerja di setiap desa. Pelatihan keterampilan dan keahlian disesuaikan dengan permintaan. Kendati begitu, Purnamajaya menyebut ada delapan kejuruan program yang ditawarkan pemkab. Yaitu, pelatihan teknis sepeda motor, pendingin AC (air conditioner), menjahit, processing boga, operator komputer, teknik informatika, dan instalasi penerangan.

”Durasi pelatihan setiap angkatan sekitar dua minggu,” katanya.

Menurutnya, program MTU menyasar 16 angkatan kerja. Nah, angkatan kedua yang digelar kali ini menyasar para pencaker di delapan desa. Tersebar di lima kecamatan.

Purnamajaya memastikan pemkab menyediakan program pelatihan lanjutan setelah MTU. Agar para pencaker benar-benar bisa punya keterampilan dan keahlian. Yang lebih penting lagi, mereka punya bekal untuk mandiri.

Kepala Desa Ngeposari Ciptadi melihat program MTU bisa menuntaskan problem pengangguran di pedesaan. Tak terkecuali di Desa Ngeposari. Lantaran jumlah angkatan kerja di salah satu desa di Kecamatan Semanu ini cukup banyak. Bahkan, di antara mereka masih menganggur.

”Yang masih menganggur sekitar lima persen,” sebutnya.

Dari itu, Ciptadi berharap program MTU menyasar wilayahnya. Mengingat, potensi di Desa Ngeposari banyak yang belum tergarap. Sebut saja, kerajinan batu ornament dan wisata gua.

”Kami ingin ada pelatihan-pelatihan. Baik wisata atau pelatihan dunia kerja,” pintanya. (gun/zam/er)