SLEMAN – Desa Wisata Krebet, Sendangsari, Pajangan,  Bantul berhasil menjadi juara pertama lomba Desa/Kampung Wisata 2019 Tingkat DIY. Keberhasilan Desa Wisata Krebet itu diharapkan bisa menjadi contoh dan diikuti desa-desa wisata lainnya. Khususnya dalam mengimpelementasikan Sapta Pesona.

“Virus yang baik ini dapat ditularkan menjadi kegiatan yang menyejahterakan masyarakat,” harap Kepala Dinas Pariwisata DIY Singgih Raharjo. Harapan itu disampaikan Singgih saat menyerahkan penghargaan lomba Desa/Kampung Wisata 2019 DIY yang berlangsung di Taman Tebing Breksi, Sambirejo, Prambanan, Sleman, Selasa (30/4).

Dikatakan, lomba itu digelar demi memotivasi masyarakat mengelola dan mengembangkan desa wisata. Dengan berkembangnya desa wisata bisa ikut mengurangi angka pengangguran di DIY.

Bagi Singgih, menang atau kalah dalam lomba tersebut bukan menjadi indikasi.  Diingatkan, menang atau kalah bukan menjadi indikasi. Sebaliknya, indikasi destinasi yang baik antara lain pemandu wisata paham dengan desa wisata.

Karena itu, Dinas Pariwisata DIY telah menjalin kerja sama dengan Himpunan Pemandu Indonesia (HPI). Bentuknya, HPI ikut memberikan pendampingan kepada pengelola dan warga di desa-desa wisata di DIY.

Lomba Desa/Kampung Wisata DIY 2019 diikuti 15 desa/kampung wisata dan homestay. Hasil penilaian dewan yuri antarpeserta cukup kompetitif. Adapun materi penilaian meliputi pengembangan kesenian,  budaya hingga aspek akomodasi.

Desa Wisata Krebet menjadi juara pertama dengan nilai 655. Disusul Desa Wisata Pulesari Wonokerto, Turi, Sleman (644) dan juara ketiga Desa Wisata Purwosari, Girimulyo, Kulonprogo dengan nilai 630. Harapan satu dengan nilai 616 diraih Desa Wisata Pancoh, Girikerto, Turi, Sleman. Sedangkan harapan dua Desa Wisata Mulo, Wonosari, Gunungkidul dengan nilai 602.

Dalam kesempatan itu juga diumumkan pemenang lomba Homestay 2019 Tingkat DIY. Juara I diraih Homestay Aris Budiyono Gunungkidul, juara II  Homestay Omah Ndelik Jogja dan juara III Homestay Iban Bantul. Harapan I diraih Homestay Nara Bantul, harapan II Homestay Ndalem Sonorejo Sleman, dan harapan III Homestay Bima 4 Kulonprogo.

Ketua Pengelola Desa Wisata Krebet Agus Jati Kumara mengaku bangga sekaligus senang. Lomba ini kali ketiga diikuti. “Tahun lalu kami meraih juara dua,” kenangnya.

Desa Wisata Krebet punya ciri khas kerajinan kayu batik. Krebet masuk 10 besar desa wisata tingkat nasional. Selain kerajian kayu batik, Krebet juga mengembangkan wisata bercocok tanam, outbound dan wisata edukasi. Kunjungan ke Desa Wisata Krebet  terbilang lumayan baik. Rata-rata sebula sekitar 500 wisatawan. Sedangkan wisata belanja  sebanyak 20 ribu wisatawan per tahun. (ita/cr16/kus)