SLEMAN – Regenerasi dalam sektor pariwisata masih menjadi pekerjaan rumah besar. Sebab, hingga sekarang pelaku wisata, terutama di desa wisata (deswita) masih didominasi tokoh-tokoh lama.

”Tokoh-tokoh baru yang muncul masih sedikit. Hal ini kemudian menjadi permasalahan umum dalam desa wisata,” jelas Pengamat Pariwisata Bakri saat penyerahan penghargaan desa wisata terbaik tingkat DIJ di Tebing Breksi, Rabu (1/5).

Bakri mengingatkan, regenerasi sangat penting. Saking pentingnya, regenerasi ikut menentukan keberlanjutan deswita. Namun, Bakri melihat, mayoritas deswita di DIJ justru belum mempersiapkan regenerasi.

”Ajak para pemuda dalam pengelolaan dan pengembangan desa wisata,” imbaunya.

Bakri menyebut baru beberapa deswita yang melakukan regenerasi. Salah satunya Dewita Krebet. Tidak sedikit para pemuda terlibat dalam pengelolaan deswita yang terletak di Sendangsari, Pajangan, Bantul, itu.

”Krebet merupakan desa wisata yang unik, yang dikenal dengan kesenian batik kayunya,” tuturnya.

Terlepas dari itu, Bakri memuji perkembangan deswita. Pengelola deswita mampu meningkatkan pelayanan, manajemen, hingga atraksi wisata.

Ketua Pengelola Deswita Krebet Agus Jati Kumara mengungkapkan, para pemuda banyak terlibat dalam berbagai hal. Sebagian ada yang berkecimpung dalam kerajinan batik kayu. Ada pula yang menekuni dunia kesenian.

”Keterlibatan pemuda memang sangat penting,” katanya. (cr16/zam/fj)