SLEMAN – Sudah ada beberapa daerah yang menerapkan tilang bagi pengendara sepeda motor yang masih merokok saat berkendara. Tapi belum akan diberlakukan di wilayah Sleman.

Dinas Perhubungan (Dishub) Sleman masih menunggu instruksi terkait penerapan Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) No.12/2019 tentang Perlindungan Keselamatan Pengguna Sepeda Motor. Permenhub itu, selain mengatur soal pengemudi dilarang merokok saat mengendarai sepeda motor juga ada ketentuan operasional ojek online dan tarif.

Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Sleman Sulton Fatoni mengatakan, peraturan tersebut merupakan turunan dari UU No.22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Yang di dalamnya mengharuskan pengendara untuk berkonsentrasi.

“Prinsipnya, larangan aktivitas lain juga diatur dalam Pasal 106 UU No.22/2019, yang menyatakan setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan wajib mengemudikan kendaraannya dengan wajar dan penuh konsentrasi,” kata Sulton, Rabu (1/5).

Nantinya, lanjut dia, penindakan terhadap pengemudi yang merokok bisa merujuk ke UU No.22/2019, karena dalam Permenhub tidak disebutkan pidananya. Untuk penindakan atau tilang yang akan melakukan adalah dari pihak kepolisian. “Kalau dari ketentuan UU, pelaksanaannya oleh polri, kalau yang lain tentang muatan dan uji kendaraan, itu Dishub. Tapi untuk implementasinya bisa bersama-sama. Hanya penerapannya ini kami masih menunggu penjelasan intruksi dari kementrian,” jelas Sulton

Sulton mengatakan, saat ini, pihaknya masih melakukan sosialisasi terhadap Permenhub tersebut kepada masyarakat. Sehingga nantinya tidak langsung diterapkan tilang.“Sebenarnya sosiliasasinya sudah lama ke masyarakat, tapi itu untuk yang umum, jadi semua kendaraan dan semua aktivitas yang menggangu konsentrasi, waktu itu terutama HP, tapi sekarang ini kan rokok. Merokok itu kan mengganggu konsentrasi, menggagu pengendara lain juga abunya,” ucap dia.

Terpisah, Dirlantas Polda DIJ  Kombes Pol Tri Julianto Djatiutomo mengatakan, terkait dengan penerapan tilang terhadap pengendara yang merokok masih belum selesai dalam tahap pembahasan. Sebab, saat ini semua pihak tengah fokus pada gelaran pemilihan umum.

Namun, pada Operasi Keselamatan Progo 2019 hingga 13 Mei 2019, kata Djatiutono, nantinya juga turut disosialisasikan agar tidak merokok saat berkendara.

“Masih butuh koordinasi dengan pihak dishub, karena aturan kan perlu disosialisasikan ke masyarakat, pastinya nanti kalau Pemilu sudah selesai” kata dia. (har/pra/fj)