BANTUL – DPC Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Bantul mengusung misi baru dalam May Day tahun ini. Mereka bertekad bakal memperjuangkan pendapatan lain-lain karyawan.

”Seperti tunjangan dan bonus,” jelas Ketua DPC KSPSI Bantul Ponijan di sela May Day di Pasar Seni Gabusan (PSG), Rabu (1/5).

Ponijan mengakui seluruh perusahaan di Bumi Projotamansari telah memberikan gaji sesuai upah minimum kabupaten (UMK). Yakni, Rp 1.649.800. Hanya, nominal UMK yang dirancang pemerintah bersama serikat buruh dan perusahaan ini masih kurang. Terutama bagi karyawan yang telah berkeluarga. Karena itu, Ponijan mendorong perusahaan memperhatikan aspek penjaringan upah karyawan.

”Bagi karyawan yang telah berkeluarga ya diberikan tunjangan keluarga,” harapnya.

Kendati punya misi baru, Ponijan memastikan May Day tetap berlangsung adem ayem. Tanpa aksi demonstrasi. Meski, May Day di Kabupaten Bantul dimulai sejak 27 Maret. Sebaliknya, May Day justru bertujuan untuk menyinergikan kelompok buruh, pemerintah, dan perusahaan.

”Semata-mata untuk meningkatkan komunikasi antara pekerja buruh, pihak terkait, dan pemerintah,” ucapnya.

Bupati Bantul Suharsono mengapresiasi May Day. Dia menilai, peringatan tahunan itu justru sebagai ekspresi kegembiraan.

”Dapat mempererat tali silaturahmi,” katanya.

Dalam May Day kali ini, pensiunan perwira menengah Polri ini mewanti-wanti ada persoalan yang tak kalah penting dibanding upah. Yakni, peningkatan kapasitas buruh. Sebab, tantangan tenaga kerja kian berat.

”Jadi, kapasitas buruh harus terus ditingkatkan,” pesannya. (cr6/zam/er)