KULONPROGO – Polda DIY turut bersiap menyambut operasional Yogyakarta International Airport (YIA) di Temon Kulonprogo. Termasuk dengan pengamanan di dalam dan luar bandara. Secara bertahap akan menyiapkan Kesatuan Pelaksanaan Pengamanan Pelabuhan (KP3) Bandara YIA.

Kapolres Kulonprogo AKBP Anggara Nasution mengaku, Polres Kulonprogo, sebagai pemangku keamanan di wilayah lokasi YIA, telah ikut melakukan pengamanan Proyek Strategis Nasional (PSN) tersebut. Mulai tahap awal pada desarian 2011 hingga saat ini.

“Kami juga sudah mengkomuniksikan dengan VP Airport Securtity untuk nanti secara bertahap akan menyiapkan KP3 Bandara YIA agar kerjanya tidak bias, khusus menangani pengamaan di kawasan YIA,” ujarnya, Rabu (1/5).

Menurut dia, pembangunan bandara yang sudah mencapai minimum operasional tentu akan memnimbulkan dinamikas sosial yang cukup tinggi khsusunya keamanan, ketertiban, kelancaran lalu lintas (Kambtibcarlantas). Polres Kulonprogo sudah menyiapkan rencana pengamanan baik di luar bandara dan dalam bandara untuk menjamin masyarakat pengguna bandara dan masyarakat Kulonprogo pada umumnya. Terkait hal itu, Porles Kulonprogo bekerjasama dengan intansi terkait baik unsur TNI, Satpol PP mengamankan objek vital nasional di YIA.

“Terlepas dari Polsek Temon yang menjadi kesatuan sendiri yang akan ditindaklanjuti oleh AP I (PT Angkasa Pura I), karena kadar ancaman yang tingg saya pikir perlu ada penanganan tersendir, terlebih Polsek Temon harus menangani masyarakat Temon secara keselurhan,” ujarnya.

Polres Kulonprogo juga sudah menempatkan 18 personel yang ditempatkan khusus untuk pengamanan bandara. Baik terbuka dan tertutup. Termasuk saat pemungutan suara karena pekerja pada pulang dala rangka pemilu maka kami mendukung pengamana dengan menempatkan 50 personil untuk mengamankan area bandara. “Jadi cikal bakal KP3 ini sudah ada, ketika sudah ditentukan tempat dengan Kep Kapolri kami siap menempati,” katanya.

Adapun teknis pelaksanaan pengamanan sesuai dengan saran dan ekskalasi situasi Kambtibmas. Polri menurunkan personel sesuai dengan tupoksinya. Kegiatan preemtif oleh fungsi intelejen dan Binmas, kegiatan preventif oleh fungsi Sabhara dan lalu lintas, egiatan penegakan hukum oleh Sat Resirm.

Bantuan layanan pengamanan dituangkan dalam Kespakatan bersama natara AP I dengan Polres Kulonprogo tentang Penyelenggaraan Kersajama Bidang Keamanan da Ketertiban Masyarakat, Penegakkan Hukum, Pemberian Perlindungan, Pengayoman dan Pelayanan Kepada asyarakat Terkait Pelaksanaan Pembangunan YIA di Kulonprogo.

“Sebagaimana diketahui bahwa objek khusus adalah objek yang karena kedudukan dan kepentingannya memerlukan perhatian dan tindakan pengamaan,” jelasnya.

Hingga saat ini berdasarkan permintaan PT AP I, untuk mem-backup pengamanan proyek pembangunan, Polri bersama TNI AD menempatkan personelnya di bawah koordinator PPBIY. Untuk backup pengamaan operasional bandara menempatkan Polri bekerjasama dengan TNI AU dibawah koodinator Airport Security Commite.

Peran Kepolisian sendiri, lanjut dia, sudah dimulai sejak awal pembangunan. Sebagai gambaran tahapan pembangunan YIA yang melalui proses panjang itu dimulai dari tahap perencanaan, profes feasibility study atau studi kelayakan, yang dilakukan oleh tim dari UGM dan Landrum & Brown selama empat bulan. Sejak Desember 2011 hingga Maret 2012.

Kemudian, lanjut Anggara, tahap persiapan, sosialisasi pada September 2014, pendataan awal di Oktober 2014, konsultasi publik selama November 2014 hingga Maret 2015, dan penentuan izin penetapan lokasi (IPL) pada Maret 2015 hingga April 2018. Disusul dengan proses pengadaan tanah yang meliputi pengukuran pendataan dan aprraisal selama 2016, hingga pembebasan lahan pada 2016-2017 serta land clearing dari 2017-2018.

Polri, jelas dia, mulai betul-betul masuk pada tahap persiapan. Sebab tahap kelayakan menjadi ranah akademis, tetapi tahap perispaan kami mulai full saat pengamanan. Mulai penentuan IPL dengan berbagai macam dinamikanya. Termasuk dalam tahap pengadaan tanah seiring ada ekskalasi penolakan bandara di saat pengukuran ganti rugi.

“Seperti diketahui ada pergerakan warga penolak yang tergabung dalam Paguyuban Wahana Tri Tunggal (WTT) dan disusul dengan Paguyuban Warga Penolak Penggusura Kulonprogo (PWPP-KP) telah meneybabkan fluktuasi konflik bersamaan tuntutan pengamanan itu sendiri,” jelasnya.

Ditegaskan, Polres Kulonprogo pada prinsipnya menjalankan strategi Kapolda untuk mendukung pembangunan bandara atau mendukung PSN dengan cara yang layak dan tidak melanggar HAM. Komunkasi aktif dengan semua pihak terkiat dan merubah cara pendekatan eksesif atau penegakan hukum.

“Hingga 2018 semua berjalan lancar tanpa bentrokan yang berarti dengan mengedepankan upaya persuasif tersebut. Secara umum semua berjalan dengan lancar, proyek yang sempat tertunda itu kembali berjalan, sampai saat ini kami tidak lepas dari tanggungjawab,” tegasnya.

Selain itu, sebanyak kurang lebih 6.000 pekerja yang ada di proyek pembangunan YIA juga membutuhkan pengamanan kepolisan. Termasuk pengamanan jalur menuju bandara dan pengamanan para pekerja yang ada didalamnya, mengantisipasi sabotase dan sebagainya dengan menugaskan personil baik terbuka tau tertutup dalam pelaksanaan sehari-hari

“Personel di jalan raya juga kami tambah, dengan peningkata trafic lalu lintas mencapai 1.500 kendaraan per hari baik yang melintas dari Jogja-Purworejo dan sebaliknya mengarah ke bandara. Mengingat ini bandara sipil, maka pengamaan bandara dilaksanakan secara bersama sama dengan pihak AP I dan Pemkab Kulonprogo,” jelasnya.

Posisi Kapolres Kulonprogo sendiri, di internal pengamanan YIA, yakni sebagai Wakil Ketua Airport Security Commite. Apabila terjadi situasi merah, ancaman terhadap bandara seperti teror dan lain-lainnya. Maka kendali pengamana dibawa Kapolres Kulonprogo sebagai penanggungjawab situasi ancaman tersebut.

“Saat ada ancaman kami menjadi ketua commite atas perintah GM YIA, dengan adanya YIA ini pihak-pihak yang memiliki kewenangan termasuk yang berhubungan dengan orang asing seperti imigrasi dan bea cukai harus intens berkoordinasi dengan kami, mengantisipasi infiltrasi dari luar,” ucapnya.

Ditambahkan Anggara, saat ini sudah masuk proses pembangunan konstruksi, mulai dari runway, apron dan terminal tengah berlangsung terhitung sejak 2017-2019. Tahap operasonal minimum penerbangan perdana domestik juga akan dimulai Mei 2019. Persemian dijadwalkan di akhir 2019. (tom/pra/by)