SLEMAN – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sleman sudah mulai melakukan rekapitulasi suara di tingkat kabupaten. Namun masih ada dua kecamatan, Depok dan Kalasan, yang belum menyelesaikan proses rekapitulasi suara.

Ketua KPU Sleman, Trapsi Haryadi mengatakan, sesuai regulasi, setiap Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) diberi waktu 14 hari untuk menyelesaikan rekapitulasi suara. Terhitung dari 19 April 2019. Artinya, 3 Mei 2019 harus selesai.

Trapsi menjelaskan, rekapitulasi tingkat kecamatan sedikit terhambat lantaran jumlah tempat pemungutan suara (TPS) berbeda-beda. Sehingga beban kerja PPK berbeda.

“Jadi, kalau di Depok ada 404 TPS. Di Cangkringan tidak sampai 200 TPS. Jadi beban kerjanya berbeda,” kata Trapsi, Kamis (2/5).

Untuk Depok dan Kalasan, rekapitulasi ditargetkan selesai hari ini. Oleh karenanya, untuk rekapitulasi tingkat kabupaten, Depok dan Kalasan dijadwalkan paling akhir.

“Di Caturtunggal masih ada tujuh TPS yang masih melakukan rekapitulasi suara,” kata Trapsi.

Sementara untuk proses rekapitulasi di kabupaten, pihaknya menjadwalkan untuk dilakukan tiga hari hingga 4 April. Targetnya, satu hari bisa menyelesaikan enam hingga delapan kecamatan. “Semoga bisa selesai dua hari saja,” kata Trapsi.

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sleman juga menyoroti belum selesainya rekapitulasi tingkat kecamatan. Ketua Bawaslu Sleman, M. Abdul Karim Mustofa mengatakan, pihaknya menemukan adanya selisih suara.

“Jadi ada selisih pada suara peserta pemilu dengan daftar pemilih. Ini yang masih kami investigasi,” kata Karim.

Pesoalan itu, kata Karim, membuat petugas harus membuka kembali kotak suara. Sehingga, jika dari plano C1 tidak ketemu masalahnya, maka harus dicermati surat suaranya satu per satu.

“Masih ada TPS yang membuka kotak suara, sehingga dari temuan ini kami meminta agar KPU segera menyikapinya,” ujar Karim.

Jadi, kalau hingga batas akhir pleno kabupaten selesai, dan dua kecamatan tadi belum selesai, belum diputuskan langkah lanjutanyya, ‘’Mungkin akan dilakukan rekapitulasi langsung, atau tidak,” kata Karim. (har/iwa/fj)