GUNUNGKIDUL – Pemerintah terus berupaya memangkas birokrasi yang panjang dan berbelit. Program tanda tangan elektronik atau digital mulai diujicobakan pada kartu keluarga (KK) dan akta kelahiran.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Gunungkidul, Markus Tri mengatakan, terobosan ini sesuai Peraturan Menteri Dalam Negeri 7/2019. Tahun ini diujicobakan, tahun depan diterapkan.

“Pegembangkan sistem ini diharapkan mempermudah pelayanan bagi masyarakat,” kata Markus, Kamis (2/5).

Tanda tangan digital berbeda dengan tanda tangan manual. Bentuk tanda tangan berupa barcode yang kerahasiaan dan keamanannya terjamin Balai Sertifikasi Elektronik (BSrE) dan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

“Jadi nanti, jika saya ada tugas di luar, tidak ada tanggungan menandatangani KK ataupun akta. Intinya, pelayanan tetap jalan, meskipun saya tidak berada di tempat,” ujar Markus.

Kepala Bidang Kependudukan, Dukcapil Gunungkidul, Arisandy menyampaikan, ada perbedaan dalam sisi tampilan pada dokumen penting tersebut. Dalam aplikasi ini, tidak ada tanda tangan basah dan cap dari Dukcapil.

“Diganti dengan barcode yang telah disahkan oleh instansi terkait. Hari ini (kemarin) peluncuran pertama sistem baru tanda tangan digital,” kata Arisandy.

Ke depan, penerapan aplikasi ini membutuhkan persiapan matang. Perlu dukungan fasilitas memadai seperti perangkat print laser.

“Uji coba hari pertama tentu kami pantau kekurangan dan kelebihan seperti apa. Perlu adaptasi terkait aplikasi tanda tangan elektronik ini,” ujar Arisandy. (gun/iwa/fj)