JOGJA – Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIJ terus berupaya meningkatkan minat baca masyarakat. Di antaranya melalui Angkringan Mama Cantik. Ada berbagai pilihan jenis buku yang dipajang di angkringan dengan kepanjangan Mari Silakan Memilih Bacaan Pintar yang Menarik ini.

”Ini sebenarnya disediakan sebagai langkah untuk memancing masyarakat bisa peduli terhadap ABK (anak berkebutuhan khusus) di Jogjakarta,” jelas Kepala Bidang Pendidikan Khusus Disdikpora Bachtiar Widayat di sela memantau Angkringan Mama Cantik di Museum Benteng Vredeburg Rabu (1/5).

Dalam Pekan Pendidikan 2019 yang digelar untuk memperingati Hari Pendidikan Nasional di Museum Benteng Vredeburg, Disdikpora meramaikan stan dengan Angkringan Mama Cantik.

Menurut Bachtiar, kepedulian masyarakat terhadap ABK masih rendah. Termasuk dalam bidang pendidikan. Tidak sedikit orang tua yang enggan menyekolahkan mereka lantaran malu.

Padahal, kata Bachtiar, peran keluarga sangat penting. Sebab, sebagian besar waktu ABK bersama keluarganya.

”Harusnya keluarga bisa mendampingi anak-anak belajar sesuai kebutuhan dan keunikan mereka,” katanya.

Dikatakan, Angkringan Mama Cantik juga sebagai implementasi dari Gerakan Literasi Sekolah (GLS). Gerakan ini untuk merespons rendahnya tingkat kemampuan baca anak.

”Hanya 6 persen,” tuturnya.

Dari itu, Bachtiar berharap gerakan ini dapat menumbuhkan budaya membaca. (cr15/zam/by)