GUNUNGKIDUL – Balai Penyelengaraan Jaminan Kesehatan Sosial (Bapel Jamkesos) DIJ menyelenggarakan pemeriksaan gratis TORCH (toxoplasma, rubella, cytomegalovirus, dan herpes simplex) di RS PKU Muhammadiyah Wonosari, Kamis (2/5). Itu dilakukan lantaran jumlah penyandang disabilitas di Bumi Handayani sekitar 15 ribu orang. Atau tertinggi di DIJ.

Kepala Seksi Jaminan Pelayanan Kesehatan Bapel Jamkesos DIJ Wahyu Widi Astuti mengatakan, tujuan pemeriksaan untuk mengendalikan angka kematian bayi sekaligus meminimalisasi angka bayi dengan kelainan. Sebab, infeksi TORCH yang menyerang janin bisa berakibat fatal. Mengakibatkan bayi lahir dengan kondisi cacat.

”Ibu yang memiliki riwayat keguguran dan memiliki anak difabel berisiko terinfeksi TORCH,” kata Wahyu di sela kegiatan pemeriksaan TORCH di RS PKU Muhammadiyah Wonosari, Kamis (2/5).

Pemeriksaan TORCH, kata Wahyu, gratis. Selain pemeriksaan, Bapel Jamkesos juga memberikan penanganan lanjutan jika ada yang terinfeksi TORCH.

”Kami juga mendorong agar ibu-ibu meningkatkan pola hidup sehat,” ujarnya.

Direktur RS PKU Muhammadiyah Wonosari Kunto Budi Santosa mengatakan, kegiatan ini sekaligus mengajak ibu hamil untuk lebih care dengan kesehatan. Caranya dengan melakukan pemeriksaan secara rutin.

”Kami mengapresiasi pendaftar yang ikut dalam pemeriksaan TORCH. Sebab, kalau mandiri biayanya bisa sampai Rp 1,8 juta,” katanya. (gun/zam/by)