JOGJA – Konsumen PT Cana Kusuma Bangsa Indonesia (CKBI) bisa bernapas sedikit lega. Pengembang perumahan rakyat di Dusun Kaligawe, Desa/Kecamatan Bantul itu akhirnya bersedia mengembalikan pembayaran down payment kepada konsumen.

Wakil Ketua Bidang Pembinaan dan Pengembangan Usaha Swasta Lembaga Ombudsman (LO) DIJ Fuad mengatakan, komitmen pengembang itu merujuk hasil gelar perkara yang digelar Kamis (2/5). Dalam gelar perkara yang menghadirkan beberapa instansi terkait itu, PT CKBI bersedia memenuhi tuntutan beberapa konsumennya.

”Sebagian besar (konsumen) meminta uangnya kembali,” jelas Fuad di kantornya, Jumat (3/5).

Sebagaimana diketahui, 54 konsumen PT CKBI melapor ke LO DIJ beberapa waktu lalu. Mereka melaporkan perihal molornya pembangunan rumah bersubsidi di Dusun Kaligawe. Di antara mereka ada yang baru membayar down payment. Ada pula yang telah membayar lunas. Namun, PT CKBI hingga waktu yang telah dijanjikan tak kunjung melakukan pembangunan.

Kendati begitu, Fuad menyebut ada sebagian konsumen yang tetap menunggu realisasi pembangunan rumah bersubsidi tersebut.

”Mereka ada yang mendaftar pada 2017,” sebutnya.

Satu unit rumah bersubsidi, kata Fuad, dibanderol Rp 123 juta pada 2017. Setahun berselang Rp 130 juta. Dari penghitungannya, Fuad menyebut jumlah kerugian seluruh konsumen mencapai Rp 1 miliar lebih. Kendati begitu, Fuad meyakini PT CKBI kooperatif. Perusahaan yang berkantor di Jalan Bantul itu bakal mengembalikan uang konsumen.

”Kami akan memediasi para pihak ini dan akan kami tangani secepatnya. Kami berharap juga yang diinginkan para pelapor bisa direalisasikan oleh perusahaan,” harapnya.

Selain LO DIJ, kasus ini juga ditangani Lembaga Konsumen Yogyakarta dan Polda DIJ. Dari itu, Fuad menekankan, LO DIJ sangat berhati-hati menangani kasus ini.

”Karena mereka meminta kebijakan waktu untuk mengembalikannya,” tambahnya.

Dikonfirmasi terpisah, Konsultan PT CKBI Paulus Sanjaya mengaku sempat menemui sejumlah kendala dalam proses perizinan. Proses pengurusan perizinan di pemkab membutuhkan waktu hingga satu setengah tahun. Padahal, PT CKBI menjanjikan waktu hingga dua tahun kepada konsumen.

”Rata-rata perumahan rakyat proses penerimaannya dua sampai tiga tahun,” ujar Putu memastikan PT CKBI telah mengantongi seluruh legalitas.

Dari itu, Putu menyayangkan sebagian konsumennya meminta pengembalian DP. Toh, menargetkan membangun 60-65 unit pada bulan Juni 2019.

”Totalnya 185 unit,” sebutnya.

Terkait proses di LO DIJ, Putu berkomitmen PT CKBI kooperatif. (cr15/zam/zl)