BANTUL – Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul Ari Budi Nugroho mengklaim, minat masyarakat ikut mengelola sampah meningkat. Salah satu indikatornya, tidak sedikit kelompok masyarakat yang mengajukan penyuluhan pengelolaan sampah.

”Setiap minggunya ada satu dua kelompok masyarakat yang meminta pelatihan (kepada dinas),” jelas Ari, Jumat (3/5).

Indikator lainnya, kata Ari, beberapa perusahaan di Bumi Projotamansari telah mengajukan pengambilan sampah kepada DLH. Kondisi ini menunjukkan bahwa kampanye bebas sampah 2019 yang digulirkan pemkab menuai respons positif.

”Meski, perusahaan tidak sampai tahap pemilahan dan pemisahan,” ujarnya.

Dengan pengelolaan di tingkat hulu, Ari optimistis jumlah volume sampah yang dibuang ke Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan turun drastis.

”Jika masyarakat menghasilkan 1 ton sampah per hari, maka hanya 500 kilogram yang dibuang ke Piyungan,” katanya.

Wakil Bupati Bantul Abdul Halim Muslih sebelumnya mengungkapkan, salah satu kendala dalam kampanye bebas sampah adalah masih rendahnya kesadaran masyarakat. Sebagian masih membuang sampah sembarangan. Itu salah satunya akibat belum adanya tempat pembuangan sampah sementara di setiap desa.

”Jadi (pembangunan TPSS) akan terus kami kejar agar di akhir tahun program besar ini bisa tuntas,” katanya. (cr5/zam/by)