MAGELANG – Atrium Artos Mal kembali menjadi tempat para siswa untuk menunjukkan kebolehannya dalam berkarya. Jumat (3/5), giliran SMKN 3 Magelang mengadakan gelar karya sebagai kegiatan tahunan. Pagelaran tata busana kali ini mengangkat tema Wastra Nuswapada yang berarti keanekaragaman kain Nusantara.

“Oleh karena itu, busana yang ditampilkan terbuat dari keberagaman kain Indonesia, seperti batik, tenun, dan lurik,” kata Kepala Sekolah SMKN 3 Magelang Mila Yustiana. Menurut Mila, kegiatan tersebut merupakan upaya meningkatkan mutu sumber daya manusia, baik dalam menyiapkan tenaga terampil untuk bekerja secara mandiri maupun mengisi kesempatan kerja

Ada berbagai jenis busana yang ditampilkan. Itu terdiri dari busana kerja, busana pesta, kebaya, busana muslim, dan futuristic. Total keseluruhan ada 106 karya dari 106 desainer yang merupakan siswa-siswi kelas 12 jurusan Tata Busana SMK N 3 Magelang.

Pada masing-masing tema dipilih tiga karya terbaik. Untuk tema busana kerja, masing-masing juaranya adalah Bayu, Atika, dan Bimo. Tema busana pesta juaranya Anisatul, Wahyu, dan Inayah. Untuk tema kebaya tiga terbaik adalah Khoiruna, Anif, dan Melisa. Sementara itu untuk busana muslim terpilih karya Alfisha, Anisa, dan Eriska. Dan untuk tema futuristic, yang menjadi tiga terbaik adalah Sagita, Maulida, dan Handini. “Karya yang ditampilkan ini adalah hasil dari ujian praktik yang didampingi desainer pendamping,” tutur Mila.

Pada pagelaran kali ini juga hadir orangtua siswa masing-masing. Menurut Mila hal ini adalah permintaan dari siswa agar orangtua tahu karya yang dihasilkan oleh anak-anaknya. Ini juga bentuk pertanggungjawaban pihak sekolah kepada orang tua siswa. “Selain itu, sesuai dengan kurikulum yang ada, hasil karya siswa haruslah ditampilkan di depan publik,” ujarnya.

Public Relation Artos Mal Keke Meidy mengucapkan selamat atas kesuksesan acara ini. Dia berharap gelar karya selanjutnya dapat terlaksana dengan lebih baik dan lebih meriah lagi. (dem/din/zl)