PURWOREJO – Komisi Nasional Perlindungan Anak (KNPA) Kabupaten Purworejo melakukan pendampingan dan perlindungan hukum bagi Layla Putri Ramadhani, 16, siswi SMP Negeri 2 Purworejo. Layla terancam mengalami kebutaan akibat terkena handy talkie (HT) milik polisi saat razia kendaraan bermotor, di Jalan Tentara Pelajar Purworejo, Selasa (30/4).

KNPA Purworejo akan mengawal itikad baik dari Polres Purworejo untuk memberikan pertanggungjawaban hingga tuntas kasus ini. Kamis sore (2/5), KNPA Purworejo mendatangi Layla yang mendapatkan perawatan di RSUP dr Sardjito Jogjakarta. Dan bertemu dengan ibu korban. “Mereka menyerahkan bantuan hukum untuk permasalahan ini kepada kami,” kata Ketua KNPA Purworejo Yunus, Jumat (3/5).

Menurut Yunus, korban sendiri hingga kemarin masih shock dan belum bisa dimintai keterangan. Saat berada di Sardjito, pihaknya hanya berkomunikasi dengan orang tua korban. Dari keterangan yang diperoleh dari keluarga, Layla kemungkinan besar mengalami malfungsi mata kanan. “Ibunya mendapat penjelasan dari dokter yang menangani,” imbuh Yunus.

KNPA Purworejo memang amat menyayangkan dan menilai Polisi bertindak gegabah. Tidak seharusnya petugas melakukan tindakan kekerasan. Tindakan yang diberikan seharusnya bersifat mendidik.  “Polisi jangan anarkis. Tindakannya kepada anak harus lebih ke pembinaan. Jelas anak akan mengalami trauma,” tambahnya.

Salah satu pesan yang disampaikan keluarga juga terkait saling sangkal kronologi kejadian. Dari keterangan saksi yang saat bersamaan berjalan dengan Layla sudah sangat jelas. Petugas memang melakukan pelemparan HT, ketika korban menghindari razia. Layla menengok ke belakang dan terkena HT tersebut.  “Hentikan saling sangkal dari kepolisian. Pihak keluarga juga siap jika harus melakukan konferensi pers,” imbuh Yunus.

Sebagai pihak yang mendapat kuasa melakukan pendampingan, KNPA memberikan apresiasi terhadap Polres Purworejo yang telah memberikan perhatian. Selain itu, pelaku pelemparan juga sudah meminta maaf dan siap bertanggung jawab  “Kami akan mengawal bentuk pertanggungjawaban itu sampai mana,” katanya.

Menyikapi kasus yang ada, KNPA meminta polisi bisa bertindak adil dan tetap mengedepankan sebagai pelindung masyarakat. Untuk itu mereka harus jujur karena hal ini juga akan menjadi catatan dari masyarakat.

Ada perbedaan kronologi kejadian dari keterangan yang diberikan oleh saksi dan Polres Purworejo. Saksi menilai hal itu sebagai bentuk kesengajaan yakni melempar HT. Sedangkan Polres Purworejo melalui Wakapolres Kompol Andis Arfan Tofani mengatakan hal itu tidak ada unsur kesengajaan.  Menurutnya, HT milik petugas berinsial JP mengenai mata kanan Layla saat berboncengan dengan temannya saat digelar razia di wilayah Lengkong, Kecamatan Banyuurip. (udi/din/zl)